Bobibos Bahan Bakar Jerami Buatan Muhammad Ikhlas Thamrin Segera Diproduksi di Timor Leste

Bobibos atau bahan bakar jerami yang dikembangkan Muhammad Ikhlas Thamrin cs akan mulai diproduksi pada Februari 2026.

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Istimewa/POSKUPANG/HO
SIAP PRODUKSI - Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin (kiri) saat melakukan MoU dengan Presiden Direktur Timor Agronova SA, Hergui Luina Fernandes Alves (kanan), di Timor Leste, Rabu (24/12/2025). 

POSBELITUNG.CO - Bahan bakar original buatan Indonesia nih bos (Bobibos) alias bahan bakar dari jerami yang dikembangkan Muhammad Ikhlas Thamrin Cs dari Desa Jonggol, Bogor bakal diproduksi di Timor Leste.

Kedua belah pihak dikabarkan sudah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Timor Leste disebut siap memberikan dukungan penuh terhadap energi alternatif ini.

Bobibos atau bahan bakar jerami yang dikembangkan Muhammad Ikhlas Thamrin cs akan mulai diproduksi pada Februari 2026.

Pembina Bobibos, Mulyadi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyusun rencana aksi (action plan) bersama mitra di Timor Leste, mencakup kerangka waktu hingga kesiapan mesin produksi. 

Pemerintah Timor Leste bahkan telah menyiapkan fasilitas pabrik serta lahan bahan baku seluas 25.000 hektare (ha).

"Target kami paling lambat Februari sudah produksi, tapi kami upayakan Januari sudah mulai. Produksi perdana akan diluncurkan langsung oleh pemerintah Timor Leste," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/12/2025) dikutip dari Kontan.co.

Mulyadi yang juga Anggota Komisi XI DPR RI ini menjelaskan, pada tahap awal lahan seluas 5.700 ha telah disiapkan untuk memasok bahan baku.

Ekspansi ke luar negeri ini dilakukan lantaran regulasi di dalam negeri belum mengatur jerami sebagai bahan baku bioenergi dalam kebijakan transisi energi nasional.

Saat ini, kata dia, regulasi nasional baru mencakup bioenergi dari sawit, aren, dan tebu.

Oleh karena itu, Bobibos memilih untuk tidak melakukan distribusi massal di Indonesia guna menaati aturan uji ketahanan, sertifikasi, dan standar keselamatan yang berlaku.

"Kami kader partai pemerintah, kami harus memberi contoh ketaatan pada regulasi. Tidak mungkin kami produksi massal tanpa aturan yang jelas," tegasnya.

Kendati melangkah ke Timor Leste, Mulyadi menegaskan bahwa Bobibos siap kembali diproduksi secara besar-besaran di tanah air jika Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat resmi dan didukung payung regulasi yang kuat. Menurutnya, potensi jerami di Indonesia sangat jumbo dengan luas sawah mencapai 11,3 juta ha.

"Kalau negara meminta, pasti kami siap. Indonesia bisa menghasilkan sekitar 20 miliar liter per tahun dari jerami. Itu sangat meringankan masyarakat," imbuhnya.

Mulyadi juga memastikan bahwa perkembangan Bobibos di Timor Leste sudah diketahui oleh Presiden Prabowo melalui jalur komunikasi partai.

Sumber: Kontan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved