Bobibos Bahan Bakar Jerami Buatan Muhammad Ikhlas Thamrin Segera Diproduksi di Timor Leste

Bobibos atau bahan bakar jerami yang dikembangkan Muhammad Ikhlas Thamrin cs akan mulai diproduksi pada Februari 2026.

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Istimewa/POSKUPANG/HO
SIAP PRODUKSI - Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin (kiri) saat melakukan MoU dengan Presiden Direktur Timor Agronova SA, Hergui Luina Fernandes Alves (kanan), di Timor Leste, Rabu (24/12/2025). 

Ia menyebut telah melaporkan hal ini secara berjenjang kepada Dewan Pembina partai hingga pimpinan DPR dan kementerian teknis terkait.

Sementara itu, terkait kerja sama dengan proyek Lembur Pakuan di Jawa Barat yang sempat ramai di media sosial, Mulyadi mengklarifikasi, Bobibos telah mengirimkan 42 toren. Menurutnya, keterlambatan realisasi di lapangan terjadi karena kesiapan lokasi dari pihak mitra yang belum rampung.

Lebih lanjut, Mulyadi menekankan, langkah ke Timor Leste melalui skema business to business (B2B) bukanlah bentuk meninggalkan Indonesia.

"Ini solusi energi untuk dunia. Kalau suatu saat Indonesia mengundang kami kembali dengan regulasi yang jelas, kami akan pulang dengan senang hati," pungkasnya.

Bobibos Siap Diuji 24 Jam

Sebelumnya Bobibos atau bahan bakar jerami temuan Muhammad Ikhlas Thamrin dinyatakan siap diujicoba menggunakan mobil 24 jam lalu mesinnya dibongkar.

Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Muhammad Ikhlas Thamrin.

Dia menyatakan siap  menjalani uji coba terbuka bersama media. 

Ia bahkan menyebut pengujian bisa dilakukan menggunakan mobil baru hingga pembongkaran mesin setelah tes selesai. 

Menurut Ikhlas, Bobibos tidak keberatan jika pengujian dilakukan secara ketat, terukur, dan melibatkan pihak independen.

“Silakan kalau ada yang mau uji. Kita siap. Mobilnya baru, dua unit, bensin dan diesel. Diuji 24 jam, habis itu mesin dibongkar,” ujar Ikhlas dikutip dari Kompas.com, Selasa (18/11/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh parameter pengujian dapat disepakati di awal agar hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita transparan saja,” tambahnya.

Terkendala Regulasi 

Meski menyatakan siap diuji, Ikhlas mengatakan Bobibos belum dapat dipasarkan karena masih menunggu regulasi dari Kementerian ESDM.

Bobibos, sebagai bahan bakar nabati berbasis jerami, tidak termasuk kategori Migas, melainkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Belum ada parameter biogasologi di regulasi. Ini yang kita tunggu dari ESDM,” kata Ikhlas.

Sumber: Kontan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved