Bobibos Bahan Bakar Jerami Buatan Muhammad Ikhlas Thamrin Segera Diproduksi di Timor Leste

Bobibos atau bahan bakar jerami yang dikembangkan Muhammad Ikhlas Thamrin cs akan mulai diproduksi pada Februari 2026.

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Istimewa/POSKUPANG/HO
SIAP PRODUKSI - Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin (kiri) saat melakukan MoU dengan Presiden Direktur Timor Agronova SA, Hergui Luina Fernandes Alves (kanan), di Timor Leste, Rabu (24/12/2025). 

Ia menyebut proses regulasi bisa memakan dua tahun jika mengikuti alur normal, namun dapat dipercepat menjadi sekitar delapan bulan.

Ikhlas menjelaskan bahwa jerami dipilih karena jumlahnya berlimpah dan sering kali tidak dimanfaatkan. 

Dari satu hektar sawah, kata dia, bisa dihasilkan sekitar 9 ton jerami, sementara yang dipakai untuk pakan hanya setengahnya. 

“Sisanya sering dibakar. Dari proses kami, hasilnya justru bisa jadi pakan juga—untuk sapi, ayam, sampai ikan,” katanya.

Isu ini sejalan dengan pandangan Dedi Mulyadi (KDM) yang kerap mendorong pemanfaatan jerami sebagai sumber ekonomi baru bagi desa.

Dengan klaim performa yang cukup besar, kesiapan Bobibos menjalani uji coba terbuka menjadi langkah penting untuk membuktikan efektivitas bahan bakar berbasis jerami tersebut.

Namun, verifikasi ilmiah dan regulasi tetap menjadi tahap yang wajib dilalui sebelum dapat beredar secara komersial.

Ikhlas menegaskan, pihaknya terbuka kapan saja jika media ingin melakukan uji bersama. 

“Kita siap ditantang,” ujarnya.

Pernyataan ini seolah ingin menjawab keraguan banyak pihak atas klaim Bobibos sebagai bahan bakar alternatif yang bahkan diklaim punya nilai oktan setara 98.

Dedi Mulyadi Teken MoU dengan Bobibos

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diketahui telah resmi menandatangani nota kerjasama dengan penemu Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos), Muhammad Ikhlas Thamrin, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Sabtu (15/11/2025) lalu.

Kerjasama tersebut bertujuan mengembangkan bahan bakar nabati berbasis jerami agar bisa masuk ke tahap produksi.

"Kita sudah tanda tangan MoU. MoU-nya sudah ditanda tangan antara saya dengan bosnya, Bobibos," ujar Dedi dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/11/2025).

Mantan Bupati Purwakarta itu menjelaskan, produksi perdana bahan bakar nabati tersebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Rencananya akan dilakukan uji coba di lingkungan Lembur Pakuan terlebih dahulu.

Sumber: Kontan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved