Pembatasan BBM di Sejumlah Daerah, Pertamina Ungkap Alasan Sebenarnya

Pertamina Patra Niaga menjelaskan pembatasan pembelian BBM di sejumlah daerah bertujuan pemerataan distribusi dan menekan panic buying.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Dok Tribunnews
Pertamina Patra Niaga menjelaskan pembatasan pembelian BBM di sejumlah daerah bertujuan pemerataan distribusi dan menekan panic buying. Stok aman hingga Lebaran. 

Ringkasan Berita:Pertamina Patra Niaga buka suara soal pembatasan BBM di sejumlah daerah. Kebijakan ini disebut untuk pemerataan distribusi dan menekan panic buying, sementara stok dipastikan aman hingga Idul Fitri 1447 H.

POSBELITUNG.CO--Kebijakan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah mulai menjadi perhatian publik.

Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara terkait aturan tersebut.

Kepala Daerah Punya Wewenang Atur Konsumsi BBM

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pembatasan pembelian BBM di beberapa wilayah merupakan kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah ini bertujuan agar distribusi energi dapat merata dan tidak menumpuk di satu wilayah saja.

“Untuk beberapa wilayah, kepala daerah itu memiliki otorisasi untuk kemudian melakukan pengaturan. Supaya apa? Supaya energi yang ada di wilayah mereka, di wilayahnya masing-masing, terdistribusi secara merata,” ungkap Roberth saat ditemui di Kawasan Semarang, Rabu (18/03/2026).

Tekan Panic Buying dan Spekulan

Ia juga mengakui bahwa saat ini memang telah diterapkan gerakan hemat BBM, agar dapat menekan panic buying dan agar masyarakat dapat membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Kalau secara pemerintah pusat, itu kan Pertamina mengacu ke kebijakan pemerintah pusat. Kondisi saat ini, itu harus dikampanyekan gerakan hemat BBM. Dengan masyarakat menggunakan BBM-nya itu secukupnya, sesuai kebutuhan. Kenapa? Ya, karena dinamika saat ini, harga crude mulai beranjak naik dan sebagainya,” jelasnya.

Roberth menegaskan, kebijakan pembatasan bukan berarti mengurangi pasokan BBM, melainkan mengatur pembelian sesuai kebutuhan.

Ia menyebut, fenomena panic buying dan aksi spekulan menjadi salah satu alasan penting diberlakukannya pengaturan ini.

“Sudah banyak kasus penimbunan yang terungkap. Ini menunjukkan ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat juga diimbau mengikuti gerakan hemat BBM guna menjaga stabilitas pasokan di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Pasokan BBM Dijamin Aman hingga Lebaran

Meski ada pembatasan di beberapa daerah, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM nasional tetap aman, termasuk untuk kebutuhan arus mudik Idul Fitri 1447 H.

Saat ini, ketahanan stok BBM dijaga di atas 21 hingga 23 hari, bahkan pemerintah menyebut cadangan nasional mencapai sekitar 27 hingga 28 hari.

Pemerintah juga tengah membuka peluang kerja sama impor minyak dari berbagai negara, termasuk Australia, guna menjaga stabilitas pasokan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved