1.528 SPPG Distop Hingga 25 Maret, Kejadian Menonjol Libatkan 72 Unit

BGN menghentikan sementara operasional 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia hingga 25 Maret 2026

Tayang:
Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/Yunita Karisma Putri
SPPG KELAPA KAMPIT - Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, meninjau SPPG Kelapa Kampit 1 di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/10/2025). Foto ini hanya ilustrasi, tidak ada kaitan langsung dengan penghentian sementara operasional sejumlah SPPG di Indonesia. 

“Yang tidak puasa langsung makan, sementara yang puasa dibawa pulang,” kata Kepala SMKN 1 Sungailiat, Nina Erlina.
 
Tak lama setelah pembagian, seorang siswi kelas X tiba-tiba mengalami muntah.

Pihak sekolah segera menghubungi orang tua siswa tersebut dan melakukan penelusuran terhadap makanan yang
dikonsumsi.

“Setelah dicek, ada beberapa roti burger yang berjamur. Tapi yang dimakan siswi yang muntah justru tidak berjamur,” ujarnya.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan siswa. Mereka kemudian memeriksa makanan masing-masing dan menemukan sebagian roti dalam kondisi berjamur.

Siswa yang belum sempat mengonsumsi diminta mengembalikan makanan tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, tiga siswi lain mengeluhkan pusing dan mual. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

“Yang mengalami keluhan tidak banyak karena sebagian besar siswa sedang berpuasa, jadi belum makan,” kata Nina.

Tak lama berselang, satu siswi kelas XI juga mengalami pusing dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, setelah pemeriksaan, diketahui bahwa siswa tersebut memiliki riwayat vertigo.

“Setelah dirawat dua hari, ternyata ada riwayat vertigo, bukan karena makanan,” ujarnya.

Nina menegaskan pihak sekolah tidak dapat memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan langsung dengan konsumsi MBG.

“Roti berjamur memang ada, tapi tidak semua. Untuk yang sudah dimakan, kami tidak bisa memastikan kondisinya,” katanya.

Tunggu Hasil Uji Lab

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Vini Awilia, menyatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut.

Namun, ia menegaskan kewenangan penghentian operasional berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, Wahyuni, PIC Yayasan Dapur MBG Imam Bonjol menjelaskan, terhitung mulai tanggal 11 Maret 2026, SPPG Parit Padang dihentikan operasionalnya menyusul instruksi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved