Kalender 2026

Kalender Jawa 3 April 2026 Weton Jumat Kliwon, Bertepatan dengan Jumat Agung

Tanggal 3 April 2026 juga bertepatan dengan Jumat Agung yakni hari libur nasional Wafat Yesus Kristus.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Rusaidah
Pinterest
KALENDER -- Dalam kalender Jawa, tanggal 3 April 2026 merupakan hari Jumat dengan weton Kliwon. Tanggal 3 April 2026 juga bertepatan dengan Jumat Agung yakni hari libur nasional Wafat Yesus Kristus. 

POSBELITUNG.CO -- Dalam kalender Jawa, tanggal 3 April 2026 merupakan hari Jumat dengan weton Kliwon.

Tanggal 3 April 2026 juga bertepatan dengan Jumat Agung yakni hari libur nasional Wafat Yesus Kristus.

Jumlah neptu untuk hari ini sebesar 14 yang merupakan kombinasi dari Jumat 3 dan pasaran Kliwon 8.

Baca juga: Kalender Mei 2026, Ada 11 Hari Libur Termasuk Akhir Pekan, Download di Sini

Berdasarkan Primbon Jawa, orang dengan watak weton Jumat Kliwon pada wuku Watugunung dikenal memiliki perpaduan karakter yang unik.

Dengan neptu 14, mereka sering disebut membawa watak “Lakuning Rembulan”, yang menggambarkan ketenangan dan kemampuan mencairkan suasana.

Sosoknya mudah disukai karena cenderung lembut, ramah, dan punya aura yang menenangkan siapa saja di sekitarnya.

Mereka mudah membuka percakapan, enak diajak bekerja sama, dan jarang menolak permintaan orang lain.

Sifat baik hati dan murah senyum membuat mereka cepat diterima dalam lingkungan baru, baik di pertemanan maupun pekerjaan.

Baca juga: Biodata Karni Ilyas Jurnalis Senior Diperiksa Polisi soal Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dulu Jual Koran

Hal ini menjadi modal kuat untuk membangun jaringan sosial yang luas.

3 April Diperingati Hari Apa?

Jumat, 3 April 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka peringatan wafatnya Yesus Kristus.

Hari tersebut merupakan momen penting bagi umat Kristiani untuk mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus sebagai bagian dari rangkaian peristiwa Paskah.

Jumat Agung merupakan salah satu hari paling sakral dalam kalender umat Kristiani di seluruh dunia.

Hari ini tidak dirayakan dengan sukacita, melainkan diperingati dengan suasana hening dan reflektif karena mengenang peristiwa penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus.

Di balik peringatan tersebut, Jumat Agung memiliki sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan peristiwa Alkitab, tetapi juga perkembangan tradisi liturgi yang berlangsung selama berabad-abad.

Jumat Agung berakar pada peristiwa penyaliban Yesus yang diyakini terjadi sekitar tahun 30 Masehi di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved