Rumah di Sleman Diteror Api Misterius 113 Kali, Warga Alami Kerugian Puluhan Juta dan Trauma

Fenomena api misterius di Sleman terus terjadi hingga 113 kali dan menyebabkan kerugian Rp50–60 juta. Warga mengalami tekanan psikologis

Tayang:
Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Dok istimewa/(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
TEROR API MISTERIUS--Kejadian api muncul dan membakar kaos di dalam kamar rumah Mutfiana di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman pada 1 Juni 2026. Api yang membakar kaos langsung dipadamkan dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena api misterius di rumah warga Sleman terus berulang hingga 113 kali dalam lebih dari dua pekan.
  • Peristiwa ini menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah serta mengganggu aktivitas ekonomi dan psikologis keluarga, sementara penyebabnya masih diteliti berbagai lembaga.

 

POSBELITUNG.CO--Fenomena kemunculan api misterius di rumah milik Agusyani Mujiyanto di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, masih menyisakan tanda tanya besar.

Peristiwa yang telah berlangsung lebih dari dua pekan itu tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga tekanan psikologis bagi penghuni rumah.

Hingga Senin (8/6/2026), titik api dilaporkan telah muncul sebanyak 113 kali dan membakar berbagai barang di dalam maupun sekitar rumah.

Salah satu penghuni rumah, H. Mutfiana, mengaku kondisi tersebut membuat keluarga kelelahan karena harus terus berjaga menghadapi kemunculan api yang datang secara tiba-tiba.

“Semoga segera selesai. Semoga ketemu titik permasalahannya seperti apa,” ujar Mutfiana.

Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Selain tekanan psikologis, keluarga juga mengalami kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Berdasarkan pendataan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta.

Berbagai barang rumah tangga dilaporkan hangus terbakar, mulai dari pakaian, kasur, perabot rumah, kayu, tas, kardus, hingga gulungan kabel listrik.

Sejak pertama kali muncul pada Sabtu (23/5/2026), api terus muncul secara berulang di berbagai titik rumah.

Pada beberapa kejadian, api bahkan merambat hingga ke rumah kontrakan milik tetangga.

Pada Jumat (5/6/2026), tercatat enam titik api muncul dalam satu hari, sementara pada hari lain intensitasnya sempat mencapai 10 titik api.

Usaha Keluarga Ikut Terganggu

Dampak fenomena ini tidak hanya merusak rumah tinggal, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi keluarga.

Rumah tersebut juga digunakan sebagai lokasi usaha pemotongan ayam.

Akibat kondisi yang tidak menentu, aktivitas usaha terpaksa berhenti dan tidak dapat berjalan normal.

Keluarga juga harus terus siaga mengawasi kemungkinan munculnya api baru.

Warga Alami Kelelahan Fisik dan Psikis

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved