PT TIMAH Perkuat Hilirisasi Slag Timah dan Rare Earth
PT TIMAH sedang melakukan upaya pengembangan pengolahan slag timah dan rare earth elements di Bangka Belitung.
Gilarsi menambahkan, tantangan terbesar percepatan hilirisasi saat ini tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga regulasi dan perizinan agar proses pengolahan dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang membuka peluang perusahaan memperluas peran dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis.
Menurutnya, selama puluhan tahun PT TIMAH berfokus pada pengolahan bijih timah dari hulu hingga hilir untuk kebutuhan ekspor. Namun melalui kerja sama strategis tersebut, perusahaan kini memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengelolaan mineral strategis.
“Selama ini PT TIMAH hanya fokus mengelola bijih timah dari hulu sampai hilir untuk ekspor. Dengan adanya kerja sama ini, kami memiliki kesempatan untuk naik kelas melalui pengembangan hilirisasi dan pengelolaan mineral strategis,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, slag yang selama ini dianggap sebagai sisa hasil produksi ternyata memiliki potensi ekonomi dan strategis yang besar. Melalui kerja sama pengolahan slag dan mineral tanah jarang, material tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun negara.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan, kerja sama strategis tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kekayaan alam nasional demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kita ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk tujuan utama, yakni kepentingan nasional dan kesejahteraan bangsa serta negara,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap wacana, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan dalam mendukung hilirisasi mineral strategis nasional.
Beberapa fokus pengembangan yang akan diperkuat antara lain validasi teknologi, penyusunan kajian teknis dan komersial, penguatan aspek perizinan hingga keselamatan kerja.
Hal senada disampaikan Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa yang menilai sektor rare earth elements selama ini menjadi industri yang terlupakan karena belum mampu memberikan nilai tambah optimal bagi negara.
“Kami ingin mendorong industri yang selama ini terlupakan. Mineral ini sebenarnya ada di sekitar kita, tetapi belum mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi negara,” ujarnya.
Menurutnya, Danantara siap memfasilitasi berbagai kebutuhan percepatan proyek, termasuk dukungan aspek perizinan dan penyelesaian kendala dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga cadangan mineral yang telah teridentifikasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan jangka panjang negara.
“Selama ini potensi REE banyak yang hilang tanpa sempat dimanfaatkan secara optimal. Padahal nilai strategisnya sangat besar bagi masa depan industri nasional,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto menyebut pengembangan hilirisasi REE dan mineral strategis menjadi langkah penting untuk memperkuat industrialisasi nasional.
| Anjloknya Harga TBS Sawit Bangkitkan Trauma Petani di Bangka Belitung |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, PT Timah Salurkan 268 Ekor Sapi Kurban |
|
|---|
| Gubernur Babel Respons Anjloknya Harga Sawit, APKASINDO Dipanggil Senin Depan |
|
|---|
| Hadir di Desa Padang, Mobil Sehat PT TIMAH Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Tiga Oknum Polisi Terlibat Kawal Ratusan Balok Timah Rampokan dari Gudang Smelter di Sungailiat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/PT-Timah-jalin-mou-kembangkan-rare-earth.jpg)