Program Makan Bergizi Gratis

Dedi Mulyadi Selidiki Kasus Keracunan MBG Jabar, Singgung Trauma Anak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait maraknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Tayang:
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Teddy Malaka

POSBELITUNG.CO - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait maraknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Meski jumlah korban cukup besar, termasuk di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mencapai 842 orang, Dedi menegaskan program MBG tidak akan serta-merta dihentikan.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, terutama terhadap penyelenggara serta kualitas makanan yang diberikan.

Dedi menyebut dua hal itu akan menjadi fokus penyelidikannya.

Pertama, apakah penyelenggara sanggup menangani jumlah penerima yang besar, dan kedua, apakah makanan yang disajikan sesuai standar serta sebanding dengan anggaran.

Ia menilai manajemen program MBG di lapangan masih buruk.

Jumlah penerima jauh lebih besar dibanding tenaga yang tersedia.

Selain itu, pola penyajian makanan dinilai tidak tepat.

Ada menu yang dimasak tengah malam namun baru disajikan siang hari.

Jarak waktu yang terlalu lama ini, menurutnya, bisa memicu makanan menjadi basi dan menimbulkan keracunan massal.

“Kalau masaknya jam 1 malam lalu disajikan jam 12 siang, jaraknya terlalu lama dan berisiko,” ujarnya di Bogor, Rabu (24/9/2025).

Dedi juga mengingatkan bahwa kasus keracunan bisa menimbulkan trauma bagi anak-anak.

Ketika anak takut menyantap makanan MBG karena pengalaman buruk, tujuan utama program, yakni meningkatkan gizi, tidak akan tercapai.

Ia menegaskan perbaikan mendesak perlu dilakukan agar insiden serupa tidak terulang.

Dalam tiga hari terakhir, kasus keracunan MBG di KBB menjadi perhatian serius.

Pada Senin (22/9), sebanyak 393 siswa dari PAUD hingga SMK di Kecamatan Cipongkor jatuh sakit.

Kemudian, kasus kedua muncul di Kecamatan Cihampelas dengan 449 korban.

Sehingga total korban mencapai 842 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar, menjelaskan sampel muntahan dan sisa makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.

Hasil uji ini akan menjadi kunci mengetahui penyebab pasti keracunan.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat besarnya jumlah korban.

Namun, Sekda Provinsi Jabar, Herman Suyatman, menegaskan status KLB belum berlaku untuk seluruh provinsi.

Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pemulihan anak-anak yang menjadi korban.

Selain itu, koordinasi dengan Badan Gizi Nasional dilakukan untuk mengevaluasi program secara menyeluruh.

Herman menegaskan, keselamatan siswa adalah prioritas, sedangkan langkah perbaikan akan ditetapkan setelah hasil evaluasi selesai.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 2 Hal Bakal Diselidiki Dedi Mulyadi soal Keracunan MBG di Jabar, Sebut Bisa Buat Anak Trauma

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved