Daya Beli Turun, Penjualan Sepeda Goes Terjun Bebas
pelemahan rupih membuat daya beli masyaralat menurun, penjualan sepeda ikut turun
POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia turut berdampak pada menurunya penjualan sepeda goes. Penjualan PT Insera Sena produsen sepeda goes merek Polygon pun terkena dampak melemahnya daya beli masyarakat Indonesia.
Rony Liyanto, Direktur Pemasaran PT Insera Sena bilang, sampai akhir Oktober 2015, penjualan sepeda Polygon di pasar dalam negeri mengalami penurunan hingga 15 persen. "Penjualan ternyata tak seperti yang kami harapkan, kondisi pasar di luar perkiraan kami," kata Ronny kepada KONTAN, Senin (2/11).
Melihat kondisi pasar seperti ini, Ronny memproyeksikan, target pertumbuhan penjualan sepeda Polygon yang tahun ini dipatok sebesar 10 persen, agaknya sulit untuk tercapai. "Penjualan kami memang tetap tumbuh, tetapi sulit rasanya mencapai sesuai target," ujar Ronny.
Penurunan penjualan memang merata di tanah air. Namun, Ronny menyebut di beberapa wilayah yang kini mengalami bencana kabut asap memang terjadi penurunan penjualan lebih besar ketimbang rata-rata penurunan penjualan secara nasional. Ia mencontohkan penjualan yang menurun di kawasan Sumatra dan Kalimantan.
Di pulau Sumatra, misalnya selama ini memberikan kontribusi penjualan sekitar 10 hingga 15 persen dari total penjualan secara nasional. Sementara di Kalimantan porsinya lebih besar, yakni mencapai 15 hingga 20 persen dari total penjualan nasional. Hanya saja Ronny tak memerinci berapa besar penurunan di masing-masing lokasi itu.
Meski penjualan domestik tertekan, Polygon masih berharap ada kenaikan di pasar ekspor. Ronny bilang, kontribusi ekspor terhadap penjualan sepeda Polygon saat ini sudah 60 persen. Adapun negara tujuan ekspor Polygon adalah; Amerika Serikat (AS), Belanda, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand dan beberapa negara di Asia.
Hanya saja agar ekspor meningkat, Polygon harus bisa memenangkan persaingan dengan merek sepeda dari negara lain. Ronny bilang, untuk bersaing, Polygon mesti rajin mengembangkan teknologi dan desain sepeda.
Untuk pasar ekspor ini, Polygon akan memaksimalkan penjualan di negara tujuan ekspor yang sudah ada (lihat tabel). Upaya memaksimalkan pasar ekspor tersebut untuk memanfaatkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) yang sedang menguat.
Kendati demikian, penguatan dollar AS tak selamanya membawa keuntungan bagi Polygon. Maklum, sebagian besar atau 50 persen bahan baku pembuatan sepedanya masih di impor. "Kami berharap dollar AS bisa stabil kisaran Rp 13.000 , karena ini akan positif bagi kami," ujar Ronny.
Agar tak mengalami kerugian akibat selisih kurs, Polygon telah melakukan penyesuaian harga. Tahun ini, Polygon menaikkan harga jual rata-rata sekitar lima persen.
Selain itu, untuk memacu minat masyarakat membeli sepeda baru, Polygon juga gencar menawarkan produk baru. Tahun ini sekitar 30 produk baru meluncur ke pasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/merakit-sepeda_20151104_104809.jpg)