Pembudidaya Kerapu Panen Hingga Empat Ton
"Kalau gagal panen atau merugi sudah sering terjadi. Tapi semua itulah yang mendewasakan usaha ini,"
Laporan wartawan Pos Belitung, Edy Yusmanto
MEMBALONG, POS BELITUNG - Kelompok pembudidaya ikan kerapu Desa Tanjung Rusa Kecamatan Membalong panen ikan kerapu keramba apung, Sabtu (5/12). Setidaknya, lebih dari empat ton total panen kerapu oleh tujuh kelompok pembudidaya ini.
Pak Itam, seorang pembudidaya kerapu mengatakan, panen ini sudah sangat baik. Ikan kerapu yang dibudidayakan merupakan jenis ekspor.
"Kelompok kami saja hampir dua ton lebih hasilnya," kata Pak Itam kepada Pos Belitung, Sabtu (5/12) lalu.
Bagi Pak Itam, panen ikan kerapu kali ini bukan yang pertama. Usaha budidaya kerapu sudah digeluti pria berkulit gelap ini selama bertahun tahun.
"Kalau gagal panen atau merugi sudah sering terjadi. Tapi semua itulah yang mendewasakan usaha ini," kata Pak Itam.
Menurut Pak Itam, beberapa kelompok pembudidaya ikan kerapu di Tanjung Rusa sudah menggeluti budidaya ikan kerapu sejak tahun 2010. Menurut dia, namun mayoritas masyarakat masih enggan menggeluti usaha ini.
"Memang sih banyak kendala waktu itu. Jadi kawan kawan disini belum mau usaha itu," kata Pak Itam.
Pak Itam mengatakan, panen ikan kerapu ini hanya dilakukan jika ikan sudah dalam kondisi siap ekspor atau sekitar lima sampai 10 bulan.
"Kalau berat ikan sudah empat ons sebenarnya sudah bisa tapi harganya masih rendah. Makanya diusahakan berat satu ekor ikan mencapai delapan ons atau satu kilogram. Pada posisi berat ikan seperti ini harganya sudah sangat baik," kata Pak Itam.
Menurut Pak Itam, ia harus memberi makan ikan dan membersihkan KJAnya. "Dulu kan sendirian. Sekarang kami berkelompok. Ada empat orang dalam satu kelompok," katanya.
Bapak Angkat
Kepala Desa Tanjung Rusa Wiryo mengatakan, kesuksesan kelompok pembudidaya ikan kerapu di Desa Tanjung Rusa tidak terlepas dari keterlibatan pihak ketiga. Pasalnya, membangun KJA dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Sebelum membesarkan ikan, pembudidaya harus punya keramba jaring apung (KJA). Nah, tidak semua punya modal untuk itu," kata Wiryo.
Sejak tahun 2010, kata Wiryo ada pihak ketiga yang juga pembudidaya ikan kerapu bersedia membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kerapu_20151213_094127.jpg)