Waspada! Jambret Kembali Beraksi di Belitung, Ini Korban Baru di Jalan Sijuk

Aksi penjambretan kembali terjadi di Belitung pasca penangkapan duo jambret Satria dan Anggi

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi |
facebook
Pelaku jambret ditangkap anggota Polres Belitung 

Kedua pelaku kini telah diamankan aparat kepolisian di Belitung'>Polres Belitung. Mereka juga terpaksa ditempak kakinya karena berupaya kabur dari kejaran polisi.

"Kami akan tindak tegas kasus ini. Motif pelaku karena ekonomi. Sementara pelaku kami jerat Pasal 365 KUHP, dan kami masih mendalami proses ini lebih lanjut," kata Kapolres Belitung, AKBP Sunandar.

Kapolres menambahkan, barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor dan helm, cincin emas, gelang emas, tas sandang cokelat, tas besar hitam, topi merah, kain slayer penutup muka, dan lima keping kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Sempat menjambret

Sebelum tertangkap, dua bandit ternyata baru saja melancarkan aksinya di daerah Air Merbau, Tanjungpandan. Sama seperti korban-korban sebelumnya, pelaku mengincar perempuan pengendara motor yang membawa tas.

"Rata-rata wanita yang kami incar. Iya, biasa bawak pisau kater untuk motong tali tas korban. Itu motor orangtua yang aku pakai. Tadi habis jambret di Air Merbau, tapi tasnya sudah kami buang waktu kejar-kejaran tadi," ujar Anggi.

Sementara tersangka Satria mengaku baru berada di Belitung sekitar tiga minggu. Ia tinggal bersama Anggi di Jalan Tanjung Kelayang, Desa Terong, Kecamatan Sijuk.

Saat melakukan aksi kejahatan, para pelaku berbagi tugas. Satria sebagai pengemudi sepeda motor sementara Anggi berperan menarik tas korban ketika sedang lengah. Selama beraksi, keduanya mengendara sepeda motor Honda Vario Techo putih.

Pelaku penjambretan ini, tercatat sudah melakukan aksi jambret di Belitung, Belitung Timur (Beltim), dan Pangkalpinang.

Kedua pelaku merupakan sahabat yang sudah saling mengenal sejak enam bulan lalu saat bertemu di Pangkalpinang.

"Pernah kami jambret di Bangka (Pangkalpinang). Waktu itu kami nyobak pertama kali di Bangka, berhasil, habis itu baru ke Belitung dan Belitung Timur (Beltim). Aku bisa jambret, belajar dari orang Jakarta. Waktu itu aku belajar di Bangka," ucap Anggi.

Senada, Satria mengaku melakukan aksi jambret lantaran tidak memiliki pekerjaan. Saat itu, ia baru berhenti bekerja sebagai sopir lintas di Pulau Bangka.

"Tidak pernah belajar aku jambret. Itu cuma awalnya coba-coba, terus berhasil, jadi keterusan. Kebetulan juga tidak ada pekerjaan dan butuh uang," ujar Satria yang mengaku menyesali perbuatannya.

Satria mengaku terpaksa melakukan tindak kejahatan lantaran butuh biaya berobat untuk adik kandungnya di Pangkalpinang.

"Adik aku sakit, pekerjaan sudah tidak ada lagi. Ya mau gimana lagi, jadi ngenjambret lah," ucap Satria.

Menurutnya, hasil menjambret dibagi rata lalu dipergunakan membeli keperluan sehari-hari serta minuman keras.

"Tapi minumnya bersama-sama. Ya nyesel lah, ini kami lakukan karena terpaksa. Kalau aku memang belajar jambret, tapi dia (Satria) tidak. Ada sekitar empat bulan lalu lah aku belajar," ucap Anggi menimpali. (n3)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved