Sambal Serai Cik Bas 'Terbang' Hingga Singapura
Sambal dikemas dalam botol plastik dengan nama Sambal Serai Cik Bas
Penulis: Novita |
Laporan Wartawan Pos Belitung Novita
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Sambal serai menjadi satu di antara kuliner khas Belitung. Sajian yang berwarna agak kecoklatan ini biasanya disajikan dengan lalapan daun singkong rebus, nangka muda rebus dan jantung pisang rebus.
Malas bikin sendiri dan ingin praktis? Sambal serai siap saji kini bisa dibeli. Sambal dikemas dalam botol plastik dengan nama Sambal Serai Cik Bas. Sambal serai ini diproduksi oleh warga Tanjungpandan yang bernama Bastina.
Sambal serai ini sekarang tersedia di Galeri KUMKM serta toko oleh-oleh. Produk ini juga sempat dipamerkan pada pelatihan petani lada, nanas dan pelaku UKM yang digelar Garuda Indonesia, Selasa (27/9) kemarin di kawasan wisata alam Batu Mentas.
"Sambal serai ini sudah sampe Singapura Pak. Lewat online," kata Ketua KPLB, Budi Setiawan kepada Wakil Bupati Belitung H Erwandi A Rani yang saat itu hadir dan melihat-lihat produk tersebut yang dipamerkan bersama produk-produk lainnya.

"Pernah ada yang pesan dari Singapura. 20 botol. Mereka pesan lewat online," tambah Budi yang merupakan putra dari Bastina, kepada Pos Belitung di sela kegiatan.
Abu Bakar, suami Bastina, menuturkan produk sambal serai siap saji baru dimulai tahun 2016 ini. Inspirasi tersebut datang setelah para tamu atau wisatawan yang datang, selalu bertanya sambal khas berbahan baku serai tersebut. Sambal serai, lanjutnya, menggugah selera makan.
Hingga sejauh ini sambal serai siap saji mendapat sambutan baik dari luar daerah, seperti Bangka dan Jakarta, serta daerah lain. Tamu-tamu yang datang ke Belitung selalu membeli. Bahkan menurut Abu Bakar, Kepala Disparekraf Kabupaten Belitung Hermanto, selalu membawanya sebagai buah tangan jika yang bersangkutan ke Jakarta.
"Selalu habis (sambal serai yang dijual--red). Alhamdulillah," ucap Abu Bakar.
Sambal serai siap saji ini akan tahan hingga dua minggu jika disimpan di kulkas. Kalau tidak di kulkas, sambal serai siap saji tahan hingga tiga hari karena tidak menggunakan bahan pengawet.
Sepert namanya, sambal serai ini terbuat dari serai, ditambah laos (lengkuas), cabai, gula merah, santan dan garam. Biasanya Cik Bas membuat sambal serai siap saji menggunakan empat kilogram bahan plus bumbu dalam sekali pembuatan. Serai yang dibutuhkan jumlahnya banyak. Abu Bakar bersyukur karena serai banyak terdapat di Belitung sehingga tak pernah kekurangan bahan baku.

Sambal serai siap saji ini selalu dibuat dalam jumlah pas dan tidak banyak, karena tidak tahan lama.
"Mun di sinek makannye pake pucok menggale rebus, jantong pisang rebus, nangkak muda rebus. (kalau di sini makannya pakai daun singkong rebus, jantung pisang rebus, nangka muda rebus--red). Waduh itu enak," kata Abu Bakar seraya tertawa.
Sambal serai siap saji dijual Rp 10 ribu per botol. Selain sambal serai, Cik Bas juga memproduksi sambalingkong (abon ikan), abon kepiting, abon udang, sambal udang, sambal kerang, dan sebagainya, yang dikemas dalam botol berisi 100 gram. Praktis dan mudah dibawa kemana-mana untuk bekal. Harganya terjangkau. Contohnya abon kepiting Rp 25 ribu per botol, abon ikan Rp 20 ribu per botol. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sambal-serai_20161001_103710.jpg)