September, Tanjungpandan Deflasi 0,68 Persen

Adapun tingkat inflasi tahun kalender 2,94 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 1,53 persen.

September, Tanjungpandan Deflasi 0,68 Persen

Laporan wartawan Pos Belitung Novita

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, di Kota Tanjunpandan pada September 2016 terjadi deflasi 0,68 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari pada 132,60 Agustus 2016 menjadi 131,70 pada September 2016.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender 2,94 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 1,53 persen.

Siaran pers dari BPS Kabupaten Belitung yang diterima posbelitung.com, Senin (3/10) menyebutkan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran. Yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,39 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,06 persen; kelompok sandang sebesar 0,36 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,74 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,36 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga, antara lain daging ayam ras, cabai merah, bayam, tarif listrik, ikan kembung, kacang panjang, roti manis, kue kering berminyak, tarif gunting rambut anak, rokok kretek, semangka, sawi putih, televise berwarna, celana panjang jeans dan pengharum/pelembut cucian. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2016, antara lain angkutan udara, wortel, ikan kerisi, ketimun, kentang, seng, ikan selar, cabai rawit, ikan bulat, emas perhiasan, bawang putih, cumi-cumi, bawang merah, kepiting/rajungan dan ikan tenggiri.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada September 2016, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen.

Sedangkan yang memberikan andil/sumbangan inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,04 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen. (*)

Penulis: Novita
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved