Siapa Sangka Kakek Ini Tahu Banyak Tentang Sejarah Tambang Timah Belitong

seorang kakek mampu menuturkan riwayat perusahaan tambang timah Belitong dari awal hingga sekarang dikenal menjadi BHP Billiton. dia seorang profesor

Siapa Sangka Kakek Ini Tahu Banyak Tentang Sejarah Tambang Timah Belitong
youtube/BHP Billiton
Profesor Geoffrey Blainey 

POSBELITUNG.COM - Sejarah Belitung bukan hanya di miliki oleh masyarakatnya, tapi juga dunia.

Hal ini terlihat ketika seorang kakek mampu menuturkan riwayat perusahaan tambang timah Belitong dari awal hingga sekarang dikenal menjadi BHP Billiton.

"Perusahaan Billiton berawal pada 1851 ketika 2 orang Belanda yang berpengaruh, menunjukkan potensi timah dari sebuah pulau yang sangat kecil di bagian barat Indonesia, yang menjadi zona timah dari atas Thailand, semenanjung Malaysia dan berakhir di kepulauan Indonesia, Belitung, yang ternyata sangat kaya timah," jelasnya dalam video berikut ini :

Kakek itu adalah Professor Geoffrey Blainey.

Dalam video itu dia sedang membahas penemuan timah dan berdirinya Perusahaan Billiton, 1853-1860.

Dikutip dari wikipedia, Geoffrey Norman Blainey AC, faha, FASSA (lahir 11 Maret 1930) adalah seorang sejarawan Australia, akademik, dermawan dan komentator dengan khalayak internasional yang luas.

Dia terkenal karena setelah menulis teks otoritatif tentang sejarah ekonomi dan sosial dari Australia, termasuk The Tyranny of Distance.

 Dia telah menerbitkan lebih dari 35 buku, termasuk luas sejarah dunia dan agama Kristen. Dia sering muncul di koran dan di televisi.

Profesor Graeme Davison disebut sebagai "yang paling produktif, luas, inventif, dan, pada 1980-an dan 1990-an, yang paling kontroversial dari sejarawan hidup Australia".

Dia menjadi ketua atau anggota dari berbagai Pemerintah Australia dan dewan kelembagaan lainnya, papan dan komite, termasuk Dewan Australia, University of Ballarat, Dewan Australia-Cina, Persemakmuran Sastra Fund dan Australian War Memorial.

Dia memimpin Dewan Nasional untuk Centenary of Federation.

Namanya kadang-kadang muncul di daftar Australia yang paling berpengaruh, masa lalu atau sekarang.

The National Trust menyebut Blainey sebagai salah satu "Treasures Hidup" Australia.

Dia saat ini melayani di dewan badan amal, termasuk Ian Potter Foundation sejak tahun 1991 dan Ketulian Foundation Trust sejak tahun 1993, dan merupakan pelindung dari orang lain.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved