Berita Belitung Timur

643 Anak di Belitung Timur Tercatat Putus Sekolah dan Tak Pernah Sekolah

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung Timur mencatat sebanyak 643 anak berada di luar...

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
PAPARKAN DATA - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Belitung Timur, Ronny Setiawan saat menjelaskan terkait persiapan program Sekolah Rakyat (SR). Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat ada 643 anak di Belitung Timur yang masuk kategori putus sekolah maupun tidak pernah bersekolah, yang nantinya akan menjadi target utama penerima fasilitas pendidikan gratis Sekolah Rakyat. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Belitung Timur memaparkan data ratusan anak yang berada di luar sistem pendidikan formal di wilayah tersebut.

Berdasarkan data kuartal akhir tahun 2025 yang terus diperbarui, tercatat sebanyak 643 anak masuk dalam kategori putus sekolah (drop out) maupun tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali.

Kepala DSP3A Kabupaten Belitung Timur, Ronny Setiawan mengatakan, jumlah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

"Dari data yang kita terima dari kawan-kawan itu di kantor, jumlahnya ada 643 orang," ujar Ronny saat diwawancarai, Jumat (29/5/2026).

Dari total 643 anak tersebut, Ronny merincikan ada kelompok anak yang sejak awal lahir memang sama sekali belum pernah merasakan proses belajar di sekolah dasar.

"Kalau untuk yang tidak sekolah aja, sebenarnya cukup banyak di sini. Itu ada tahun 2025 sebanyak 337 orang. Jadi, mereka harusnya masuk usia sekolah, tapi mereka tidak pernah sekolah," jelasnya.

DSP3A kini mulai memperketat proses identifikasi dan pemutakhiran data calon siswa. Langkah ini dilakukan agar program pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang sedang digodok pemerintah daerah melalui dukungan pemerintah pusat memiliki kepastian kuota calon murid yang jelas.

Sejauh ini, Ronny mengungkapkan bahwa DSP3A Beltim baru mengantongi data calon siswa Sekolah Rakyat yang mendesak untuk diakomodir pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

"Untuk daftar calon siswa Sekolah Rakyat yang sudah terdata itu, tingkat dari mulai tingkat SLTP ini ya, untuk totalnya 188 orang," kata Ronny.

Dari total 188 calon siswa tingkat SLTP tersebut, sebarannya merata di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung Timur.

Kecamatan Manggar menyumbang angka tertinggi dengan 71 orang, disusul Kecamatan Gantung sebanyak 44 orang, dan Kecamatan Kelapa Kampit sebanyak 26 orang. Lalu, Kecamatan Damar tercatat ada 15 orang, Simpang Pesak 14 orang, Dendang 10 orang, dan Kecamatan Simpang Renggiang sebanyak 8 orang.

Mengenai kuota final untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), SLTP, hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) pada tahap perdana ini, Ronny mengaku jumlah persisnya masih dalam proses godok.

Meskipun masih dalam tahap pembahasan, pihak DSP3A sudah mengestimasikan kebutuhan kuota terkecil untuk menampung para siswa di angkatan pertama.

"Persisnya belum tahu, tapi diperkirakan untuk kelas perdana dibutuhkan kurang lebih 90-an orang, di mana SD 30 siswa, SMP 30 siswa, dan SLTA 30 siswa yang mau dibuat," ujar Ronny.

Ronny pun menegaskan bahwa seluruh calon siswa yang dibidik wajib memenuhi kriteria garis kemiskinan yang tertuang dalam instruksi Presiden RI. Fasilitas pendidikan gratis ini dikhususkan bagi anak-anak yang masuk dalam kategori desil 1 atau desil 2, yaitu anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.

"Ini untuk bagian dari komitmen kita bahwa mereka-mereka yang masuk persyaratan tadi, yang tidak pernah sekolah, atau yang DO, ataupun lulus tapi tidak melanjutkan itu, dapat memanfaatkan fasilitas ini," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved