Mencintai Suami Orang, Ini Hukumnya Dalam Islam

Namun cinta juga tidak boleh diumbar dengan sembarangan. Khususnya kepada lawan jenis yang bukan muhrim.

Tayang:
Editor: Rusmiadi
Ilustrasi 

Menutup Aurat
Allah Subhanallah Wa Ta’ala berfirman: “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab:59)

Menyibukkan Diri dengan Berkumpul dengan Orang-Orang Baik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“(Agama) seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ahmad).

Berpuasa
Puasa dapat menahan nafsu dan menjauhkan kita dari hal-hal yang buruk. Apabila kita mencintai seseorang namun tidak bisa memilikinya maka perbanyaklah berpuasa.

Dengan begitu kita terhindar dari perkara yang mendatangkan dosa.

Meminimalisir Interaksi dengan Lawan Jenis
Untuk menghindari munculnya perasaan cinta yang tidak halal maka caranya minimalisir interaksi dengan lawan jenis.

Apabila tidak ada keperluan penting sebaiknya hindari saja. Ingat, zina bisa berasal dari pandangan, lisan, pendengaran, dan memegang yang diharamkan. Zina dalam islam merupakan dosa besar.

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ’anhu, dari Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Telah dituliskan atas Bani Adam bagian dari zina yang pasti ia melakukannya, tidak bisa tidak. Maka, zina kedua mata adalah melihat (yang diharamkan), zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan), zina lisan adalah berkata-kata (yang diharamkan), zina tangan adalah memegang (yang diharamkan), zina kaki adalah melangkah (ke tempat yang diharamkan), hati berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluan membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memperbanyak Baca Al-Quran
Allah Ta’ala berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

Bersabar
Bersabar juga menjadi kunci agar kita dijauhkan dari rasa cinta yang salah. Percayalah jodoh tidak akan salah alamat.

Kita hanya perlu berdoa dan memohon kebaikan pada Allah, dan agar dijauhkan dari bisikan-bisikan syaitan.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Bertawakkal Kepada Alllah
Terakhir, kita harus menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Ta’ala. Percayalah kepadaNya. Apabila Allah menentukan suatu jalan kepada kita maka itu pasti yang terbaik. Tugas kita cukup menghindari perkara-perkara dosa dan tetap mengikuti aturan agama.

“Katakanlah Dia-lah Allah yang Maha Penyayang Kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata“. (QS. Al-Mulk: 29).

Demikianlah penjelasan tentang hukum mencintai suami orang dalam islam berdasarkan dalil dan pendapat ulama. Semoga bermanfaat (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved