Pelabuhan Tanjung Batu Kembali Beroperasi, Hanya yang Pasir Dilarang Muat, Kaolin Diperbolehkan
Menurut Iskandar, larangan terhadap bongkar muat material tambang pasir di pelabuhan karena aktivitas bongkar muat tersebut...
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau segera diaktifkan kembali. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan surat resmi pengoperasian pelabuhan itu untuk bongkar muat berbagai komoditas kecuali pasir.
Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan akan membuka pengoperasian pelabuhan ini dua atau tiga hari ke depan.
"Satu atau tiga hari ini kami akan buka itu kembali. Tapi sesuai dengan surat dari kementerian, yang bisa bongkar muat di luar pasir. Misalnya batu split, bahan bangunan buat hotel, bahan pokok, pupuk dan BBM," kata Kepala KSOP Tanjungpandan, Supriono kepada Pos Belitung, Senin (22/1).
Menurut Supriono, bongkar muat batu split, batu kerai, bahan pokok, bahan bangunan hotel, serta BBM di pelabuhan itu hanya atas perkenan pemerintah pusat.
Pasalnya material tersebut dipergunakan untuk mendukung pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pembangunan infrastruktur di Pulau Belitung.
"Itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Tapi nanti kapal tersebut pulang kembali ke luar tidak boleh kosong dan membawa tanah liat dan ukurannya dibatasi. Pelabuhan itu dibuka kembali karena bupati dan stakeholder sudah beberapa kali menyurati ke pusat," katanya.
Kata Supriono, pelabuhan dinilai masih layak dipergunakan sehingga dioperasikan kembali. Kelayakan itu dapat dilihat terutama konstruksi trestel, causeway dan dermaga tersebut masih terbilang bagus, dari hasil survey tim khusus Kemenhub.
Supriono menegaskan, lobang dan genangan air pada causeway pelabuhan tersebut yang bertanggung jawab untuk memperbaiki Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Tanjong Batu Belitong Indonesia tanpa menggunakan APBN.
"Nah dari APBN-nya baru rencana buat pengajuan perbaikan usulan anggaran tahun 2018 ini, untuk 2019. Tapi belum tau bagaimananya nanti. Kalau ada dana tambahan, langsung dikerjakan," katanya.
Sementara ini kerusakan yang ada ditutup menggunakan plat besi untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan lebih parah lagi. Plat ini akan mengurangi beban truk yang lewat di pelabuhan tersebut.
"Salah satunya tidak memperkanankan aktivitas bongkar muat pasir, kalau material lain hanya sesekali saja dan volume juga dikurangi. Kalau pengembangan ke depan kami lihat rencana induk pelabuhan dulu. Karena di situ ada jangka pendek, menengah dan panjang," katanya.
Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Batu diperuntukan kapal berukuran draf besar dan kapal tersebut tidak bisa melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpandan.
Namun rencananya, Pelabuhan Tanjung Batu akan dimanfaatkan sebagai pelabuhan multifungsi seperti kargo.
Sebelum pengoperasian pelabuhan itu, perbaikan secara sederhana tetap akan dilakukan oleh BUP untuk menata pelabuhan dan mengedepankan safety.
"Kami tetap akan mengikuti apa yang sudah menjadi instruksi kementerian," kata Direktur BUP PT Pelabuhan Tanjong Batu Belitong Indonesia, Iskandar Rosul, Senin (22/1).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/tanjungbatu_20151029_111450.jpg)