Mengintip Kampung Tertib Lalu Lintas di Desa Air Ketekok Belitung
Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung dipilih sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas.
Mengintip Kampung Tertib Lalu Lintas di Desa Air Ketekok Belitung
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung dipilih sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas.
Jika anda ingin berkunjung ke tempat ini angat mudah. Anda dapat menuju dari Jalan Ahmad Yani di dekat Rumah Tradisional Adat Belitung dan tinggal menuju ke Jalan Telex.
Jalan lurus sekitar 300 meter nanti di kanan jalan ada sebuah gerbang bertuliskan 'Selamat Datang di Kampung Tertib Lalu Lintas'.
Daerah ini tepatnya berada di Jalan Air Ketekok RT 11/04 Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Gerbang berwarna biru dan putih ini sebagai pintu masuknya.
.
Di gerbang itu banyak simbol dan jargon tentang tertib berlalu lintas, misalkan 'Jadikan Keselamatan sebagai Kebutuhan' dan 'Saya Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas'.
Setelah masuk gerbang kita langsung disambut oleh banner berisi enam peraturan dasar dan pesan berlalu lintas. Enam poin itu adalah wajib menaati peraturan lalu lintas, jauh dekat gunakan helm SNI, dan kecepatan maksimal di kampung 20 KM/jam.
Setelah itu, batas minimal umur berkendara motor adalah 17 tahun, pejalan menghadap ke arah depan kendaraan, dan hati-hati keluarga menunggu di rumah.
Di seberang banner, berdiri balai baca kampung tertib lalu lintas. Tidak seperti tempat membaca secara umum, tak terdapat buku satupun di sana. Hanya ada banner petunjuk berbentuk cerita kartun yang intinya menyosialisasikan peraturan berlalu lintas.
Di sepanjang jalan yang panjangnya sekitar 200 meter tertancap banner-banner serupa yang bertujuan untuk menggugah kesadaran berlalu lintas secara tertib.
Kepala Desa Air Ketekok, Antoni mengatakan dipilihnya Air Ketekok sebagai tempat ini karena penduduk di desa ini cukup padat.
Sehingga warganya diharapkan menjadi contoh warga lain agar bisa tertib berlalu lintas. Dimulai sejak bulan Maret kemarin, antusias warga cukup tinggi.
"Kami bekerjasama dengan Satlantas Belitung dan syukur bisa di desa kami. Karena di sini dekat dengan masjid dan sekolahan jadi bisa sebagai tempat belajar langsung kepada anak-anak. Contohnya jauh dekat gunakan helm," kata Antoni saat ditemui posbelitung.co pada Senin, (26/8/2019) di kantornya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/beberapa-kendaraan-keluar.jpg)