Berita Belitung
Pasien DBD di Belitung Minggal Dunia, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan
Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono membenarkan terdapat
Pasien DBD di Belitung Minggal Dunia, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono membenarkan terdapat pasien yang meninggal dunia disebabkan demam berdara dengue (DBD).
"Ada pasien DBD yang meninggal dunia satu anak. Untuk bulan ini pasiennya ada baru ada empat orang. Ditambah yang meninggal ini ada satu, menjadi ada lima orang. Tapi datanya belum masuk, Sedangkan untuk bulan September ada Tujuh Orang anak usianya 5 sampai 14 tahun," kata Joko Sarjono, Senin (14/10/2019).
Kata dia, anak tersebut sehari-hari ada di Desa Juru Seberang, di daerah tersebut akan diselidiki terlebih dahulu, dan dinas kesehatan menanyakan kepada pihak keluarga, satu minggu sebelum terjadi demam anak itu bermain di mana.
"Kami akan lakukan penyelidiki seminggu sebelum dia sakit main di mana. Bila tau tempat mainnya dimana berarti sebagian besar kenanya di situ. Nantinya kami akan melakukan tindakan ditempat-tempat tersebut," katanya.
Lanjutnya, Dinkes juga akan melihat lingkungannya, banyak atau tidak jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti. Pihaknya akan lakukan fogging untuk membunuh nyamuk yang terdeteksi DBD, sekaligus penyuluhan ke masyarakat dan memberikan obat pembunuh jentik nyamuk.
"Walaupun musim kemarau nyamuk ini berkembang di dalam pekarangan rumah seperti di dispenser dan ban bekas, karena terdapat genangan air, didalam ban bekas atau dispenser tersebut,"ucapnya.
Tambahnya, terkadang pasien yang terkena semacam ini telat dibawakan ke rumah sakit. Kalau memang ada gejala demam atau tanda-tanda DBD segera langsung konsultasi ke dokter atau langsung ke Rumah Sakit.
Menurut keterangan dari perawat rumah sakit, kata dia, selain terdeteksi DBD, anak tersebut sudah mengidam penyakit ISPA atau penyakit paru berar.
"Menurut laporan kondisi langsung drop cepat sekali. Penyakit anak itu sudah Komplikasi, sering sakit menurut perawatanya," kata dia.
Tindakan dari dinas kesehatan, mereka masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit utama, nanti diagnosanya seperti apa. Kalau standar Dinkes sendiri apapun kondisi mereka pihaknya akan selidiki.
"Kami akan selidiki anak ini terkena DBD dimana, untuk menentukan wilayah yang rawan. Sedangkan anak ini domisilinya banyak," ucapnya.
Sadar Lingkungan
Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung akan melakukan tindakan ke depannya, untuk mencegah penyakit DBD, yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti serta menghimbau masyarakat untuk sadar terhadap lingkungan.
"kedepannya sesuai dengan programnya, kami akan lakukan fogging. Kami juga akan menghimbau kemasyarakatan untuk sadar dengan lingkungan sekitar dikarenakan sebentar lagi kita akan memasuki musim hujan," kata Joko Sarjono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kepala-bidang-pencegahan-dan-pengendalian-penyakit-menular-p2pm.jpg)