Berita Belitung
Pasien DBD di Belitung Minggal Dunia, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan
Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono membenarkan terdapat
Ia menambahkan kasus DBD memang dipengaruhi banyak faktor, meskipun memasuki musim kemarau.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau masyarakat agar meningkatkan gerakan menutup, menguras dan mengubur objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti.
Kemudian, terkait data pasien DBD, pihaknya RSUD rutin melaporkan kepada Dinas Kesehatan dalam kurun waktu setiap bulan.
Tujuannya agar jajaran Dinkes bisa segera mengambil tindakan atas kasus yang terjadi.
Pemda Segera Bertindak
Anggota DPRD Kabupaten Belitung terpilih Syukri Gumay membenarkan adanya pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meninggal dunia pada Senin (14/10/2019).
Bahkan dirinya menyempatkan waktu untuk melayat ke rumah keluarga duka di Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Atas kejadian tersebut, pria yang akrab disapa Gumay itu meminta Pemkab Belitung khususnya Dinas Kesehatan segera mengambil tindakan.
"Kejadian ini harus menjadi perhatian, jangan menunggu korban baru bertindak. Apalagi DBD ini penyakit serius, terutama jika menyerang anak-anak," ujarnya kepada posbelitung.co.
Ia menceritakan berdasarkan penuturan keluarga, anak yang berusia sekitar empat tahun itu sempat mendapatkan perawatan di RS Utama.
Namun setelah memasuki enam hari kondisinya tidak berangsur pulih.
Menurutnya jajaran Dinas Kesehatan harus segera mengambil tindakan setidaknya melakukan fogging di daerah rawan DBD.
Namun, di sisi lain dirinya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dengan cara meningkatkan gerakan 3M dan pemberantasan sarang nyamuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kepala-bidang-pencegahan-dan-pengendalian-penyakit-menular-p2pm.jpg)