Berita Belitung

Pasien DBD di Belitung Minggal Dunia, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono membenarkan terdapat

Tayang:
Editor: Evan Saputra
Posbelitung.co /Yuranda
Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono, Senin(14/10/2019) 

Lanjutnya, memasuki musim hujan ini lebih gawat karena perkembangan nyamuk lebih meningkat dibanding dengan musim kemarau seperti sekarang.

Kata dia, masyarakat tetap waspada, terhadap DBD ini. Ia juga menyampaikan sebenarnya untuk penanggulangi DBD ini bukan dengan cara fogging.

"Fogging ini hanya membunuh nyamuk yang sudah jadi, bukan membunuh jenitik nyamuknya.‎ Fogging ini mempunyai efek terhadap kesehatan pernapasan. Sehingga kedepannya kita akan menggunakan jenis yang lain, karena fogging ini juga termasuk racun," ujarnya.

Dinas Kesehatan akan menggantikan pembasmi nyamuk dengan jenis baru. Setiap tiga tahun sekali bahan pembasmi nyamuk tersebut harus diganti sehingga nyamuk dengan mudah mati.

Pihaknya, juga menghimbau kepada masyarakat yang sering menggunakan, semprot nyamuk. Itu juga kata dia, harus diganti jangan bertahun-tahun menggunakan itu terus.

"Kami juga ada program program Belantik (Belitung anti jentik), dan saat ini kami mencari pola yang cocok untuk membunuh jentik nyamuk, pola ini harus sesuai dengan Kultur daerah," katanya.

Dia berharap, masyarakat itu sadar dengan lingkungan yang bersih. Sehingga mencega terjadinya pertumbuhan nyamuk, karena penyakit DBD sangat gampang muncul.

Pasien DBD Meningkat

Seksi Pelayanan RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan mencatat terjadi kenaikan jumlah pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).

Memasuki pertengahan Oktober 2019, terdapat sembilan orang pasien dirawat dengan rincian dewasa enam orang dan anak-anak tiga orang.

Sedangkan pada September 2019 lalu, rekap data pasien hanya enam orang dan semuanya anak-anak dengan usia mulai dari tiga sampai 11 tahun.

Kasi Pelayanan RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan Ardhi
Kasi Pelayanan RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan Ardhi (posbelitung.co/dede s)

"Kalau secara keseluruhan memang meningkat, apalagi Oktober baru setengah bulan. Tapi kalau dirincinakan, terjadi penurunan karena jumlah pasien anak dari enam menjadi tiga," ujar Kasi Pelayanan RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan Ardhi kepada posbelitung.co, Senin (14/10/2019).

Meskipun demikian, kata dia, seluruh pasien yang telah mendapatkan perawatan di RSUD dinyatakan normal kembali, khususnya di bulan September.

Menurutnya jika pasien DBD cepat terindikasi dan segera mendapatkan perawatan medis yang tepat, maka kecil kemungkinan mendapatkan resiko terburuk.

"Karena petugas di RSUD pastinya memberikan penanganan yang maksimal kepada pasien," ungkapnya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved