Berita Belitung

Danki Batalyon B Satbrimob Polda Babel Sebut Peluru Nyasar di SMKN 2 Tanjungpandan Berdiameter 9 MM

Danki Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Babel Iptu Gilang Indra menduga peluru nyasar di Surau SMK Negeri 2 Tanjungpandan berdiameter 9 mm.

Penulis: Dede Suhendar |
Dok/Satreskrim Polres Belitung
Proyektil peluru yang ditemukan di teras surau SMK Negeri 2 Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Komandan Kompi (Danki) Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Babel Iptu Gilang Indra menduga peluru nyasar di Surau SMK Negeri 2 Tanjungpandan berdiameter 9 mm.

Sedangkan senjata yang bisa digunakan untuk peluru berkaliber 9 mm itu berjenis pistol seperti glock, HS, bareta dan FN.

Meskipun demikian, jajarannya belum menerima konfirmasi dari Polres Belitung terkait penemuan peluru tersebut.

"Jadi senjatanya untuk peluru itu pistol atau laras pendek," ungkap Gilang saat ditemui posbelitung.co, Jumat (17/1/2020).

Terkait arah peluru yang diduga berasal dari atap menembus atap hingga plafon surau, kata Gilang bisa saja terjadi.

Ia menjelaskan secara teori peluru yang ditembakkan ke atas, maka kecepatan proyektil yang jatuh akan lebih cepat.

Hal ini dikarenakan proyektil lebih berat ditambah gravitasi yang membuatnya menembus sesuatu.

Sama halnya ketika peluru ditembakan ke samping, maka pada jarak tertentu akan turun karena berat.

"Teorinya seperti iti, tapi semuanya kami serahkan kepada jajaran Polres Belitung," kata Gilang.

Selain berat, komposisi proyektil juga cukup padat sehingga tidak mudah rusak ketika menabrak sesuatu.

Terkecuali, proyektil menabrak benda keras seperti plat yang membuatnya pecah atau mengembang.

"Kalau nabrak pun, benda yang tidak terlalu keras dia (proyektil) tidak pecah. Beda ketika kena plat atau benda keras, itu mengembang, pecah dia,"  jelasnya.

Berbicara peluru, Gilang menegaskan untuk jajaran Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Babel sangat ketat dan harus sesuai protap.

Dalam artian yang berhak memegang senjata hanya untuk jabatan danton sedangkan sisanya disimpan di gudang.

"Kecuali ada penugasan baru saya kasih tapi ada protapnya juga harus sesuai SOP," ungkap Gilang.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved