Breaking News:

Hasil Studi di China, Virus Corona Jenis Baru Menyerang Ginjal dan Testis

Hasil Studi di China, Virus Corona Jenis Baru Menyerang Ginjal dan Testis

Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar (CC) | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Wikimedia
Ilustrasi virus corona. 

Hal tersebut membuat berbagai spekulasi bermunculan.

Sementara itu, selain Sylvia, ada pula penulis thriller, Dean Koontz yang memiliki karya luar biasa yang diduga telah memprediksi corona melalui bukunya.

Dikutip dari World of Buzz, penulis Amerika, Dean Koontz, menulis tentang seorang ibu yang melakukan perjalanan.

Ibu tersebut, Christina Evans, dalam perjalanan untuk mencari tahu apakah putranya Danny masih hidup atau sudah meninggal dalam perjalanan berkemah.

Christina kemudian diceritakan berhasil melacak anaknya ke sebuah fasilitas militer, di mana ia ditahan setelah secara tidak sengaja terinfeksi mikroorganisme buatan manusia yang dibuat di pusat penelitian di Wuhan.

Berikut ini kutipan buku tersebut yang berisi percapakan tokoh Christina dan seorang pria di lab tempat putranya ditahan:

"Saya tidak tertarik dengan filosofi atau moralitas perang biologis," ucap tokoh Christina.

"Saat ini aku hanya ingin tahu bagaimana Danny bisa berada di tempat ini," bunyi buku itu.

"Untuk memahami itu," kata Dombey.

"Anda harus kembali dua puluh bulan. Saat itulah seorang ilmuwan Cina bernama Li Chen membelot ke Amerika Serikat, membawa rekaman disket tentang senjata biologis baru paling penting dan berbahaya dari Tiongkok pada dekade terakhir,"

"Mereka menyebut barang-barang itu 'Wuhan-400' karena dikembangkan di laboratorium RDNA mereka di luar kota Wuhan, dan itu adalah strain mikroorganisme buatan empat ratus yang dibuat di pusat penelitian, ”

Teori Konspirasi tentang Corona Virus

Masih dikutip dari World of Buzz, pusat penelitian yang dibicarakan buku ini bisa merujuk ke Institur Virologi Wuhan.

Tempat itu merupakan satu-satunya laboratorium biosafety level empat China.

Laboratorium itu memiliki klasifikasi tingkat tertinggi yang mempelajari virus paling mematikan.

Letak laboratorium itu berada 32 kilometer dari tempat Covid-19 pertama kali pecah.

Sempat terdengar teori konspirasi yag mengatakan Covid-19 adalah buatan manusia.

Virus tersebut kemungkinan besar telah bocor dari laboratorium virologi Wuhan.

Teori konspirasi ini ditolak secara luas oleh masyarakat.

Senjata Sempurna?

Dalam film thriller Koontz, virus dianggap sebagai senjata sempuran.

Dikutip dari South China Morning Post, virus yang dipakai sebagai senjata dalam karya Koontz hanya mempengaruhi manusia.

Wuhan-400 dijelaskan sebagai wabah yang tidak dapat bertahan di luar tubuh manusia selama lebih dari satu menit.

“Wuhan-400 adalah senjata yang sempurna. Itu hanya menimpa manusia. Tidak ada makhluk hidup lain yang bisa membawanya. Dan seperti sifilis,"

"Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia yang hidup selama lebih dari satu menit, yang berarti tidak dapat mencemari objek secara permanen atau seluruh tempat seperti halnya antraks dan mikroorganisme ganas lainnya, ”

“Dan ketika tuan rumah kedaluwarsa, Wuhan-400 dalam dirinya lenyap sesaat kemudian, begitu suhu mayat turun di bawah delapan puluh enam derajat Fahrenheit. Apakah Anda melihat keuntungan dari semua ini?,"

Penulis Cerdas

Tidak berlebihan menyebut Koontz seorang penulis yang produktif.

Pengacara Albert Wan, yang mengelola toko Bleak House Books, di San Po Kong buka suara.

Ia menegaskan Wuhan dikenal sebagai tempat berbagai fasilitas penelitian ilmiah.

"Para penulis cerdas, seperti Koontz mengetahui semua ini dan menggunakan sedikit informasi faktual untuk menyusun cerita yang meyakinkan dan meresahkan, itulah Wuhan-400," kata Wan.

(*/ posbelitung.co/ Tribunnews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved