Berita Belitung Timur

Dampak WFH, Pelli Paizal Rela Keluar Masuk Hutan Cari Bakalan Tanaman Bonsai

Hobi bertanam misalnya, tak tanggung-tanggu penghobi bonsai misalnya rela harus menempuh jarak jauh hingga masuk keluar hutan untuk mencari bonsai.

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Pelli Paizal warga Kecamatan Manggar saat pulang dari mencari bakalan bonsai 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Dampak dari Work From Home (WFH) beberapa waktu lalu membuat sebagian masyarakat mulai mengemari hobi lama atau bahkan memulai hobi baru, diantara hobi bersepeda, memelihara ikan, dan bertanam.

Hobi bertanam misalnya, tak tanggung-tanggu penghobi bonsai misalnya rela harus menempuh jarak jauh hingga masuk keluar hutan untuk mencari bakalan tanaman bonsai.

Pelli Paizal warga Kecamatan Manggar, satu diantara penghobi tanaman bonsai mengaku sudah sejak sekolah menekuni dunia bonsai tanaman. Ketika mulai booming kembali dia pun menambah koleksinya.

"Karena kemarin sempat WFH mungkin ya jadi booming lagi, cari kesibukan. Ini tadi saya cari sampai ke Batu Air Kecamatan Simpang Pesak," kata Paizal kepada Posbelitung, Minggi (5/7/2020).

Dia mengaku untuk bakalan bonsai harus digali sampai akar-akarnya, kemudian baru dipindah ke media tanam, kalau tanaman sudah sehat baru dibentuk sesuai selera yang diinginkan. Proses pembentukan kan tidak sebentar bahkan hingga tahunan.

" Bonsai ini kalau cara alami prosesnya bisa tahunan, semakin lama-lama tanaman semakin mahal," ujarnya.

Dia mengaku untuk melihara tanaman tidak menganggarkan khusus, menurutnya berjalan saja sesuai dengan hobi.

"Jadi tidak bisa kita nilai, kadang lihat tanaman kayaknya butuh puluk saya belikan, untuk anggaran khusus tidak ada," ujarnya.

Selain Paizal, penghobi tanaman lainnya yakni Hervina warga Desa Padang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur kepada posbelitung dia mengaku sudah lama hobi menanam belajar secara otodidak.

"Kalau tanaman dirumah anggrek, sayuran, cabe. Kalau bunga ini tanaman-tanaman lama saja, karena yang lagi booming tanaman lama," kata Hervina.

Senada dia pun mengaku tidak ada anggaran khusus untuk bertanam, menurut sesuai kebutuhan saja. (Posbelitung.co/Suharli)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved