Breaking News:

LBH Medan Sebut Saksi Diduga Dianiaya Oknum Polisi Langgar HAM, Sarpan: Sebut Anjas, Awak Ditendang

Kasus dugaan penganiayaan oleh oknum polisi di Percut Seituan, Deliserdang menuai kecaman oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan.

Penulis: tidakada008 | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Sarpan (57) saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (7/7/2020) sore. 

POSBELITUNG.CO -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan mengecam terkait kasus dugaan penganiayaan oleh oknum polisi di Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara ( Sumut ).

Seorang saksi bernama Sarpan, diinterogasi oleh polisi selama lima hari.

Adapun Sarpan dipulangkan setelah Polsek Percut Seituan didemo warga dan kondisinya dalam keadaan babak belur.

"Kami menduga ada keterlibatan oknum dalam melakukan penyiksaan terhadap Sarpan, terhadap tindakan tersebut tentu melanggar hak asasi manusia," kata Kadiv Buruh dan Miskin Kota, Maswan Tambak, Kamis(9/7/2020).

Tindakan seperti itu, menurutnya, tidak sesuai dengan amanat Undang-undang No. 05 Tahun 1998 Tentang Pengesahan konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan harkat martabat manusia.

Permintaan Bercintanya Ditolak, Pria Ini Nekat Bakar Mantan Istri dan 3 Anaknya yang Tertidur Pulas

"Tidak ada dasar hukum yang membenarkan dan urgensi seorang saksi harus ditahan selama lima hari dan diperiksa pada malam hari dengan penuh intimidasi," ujarnya.

Dikatakannya, dalam kasus ini, telah terjadi kejahatan sistematis yang melanggar ketentuan Pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Dasar 1945, Pasal 3 Ayat (2) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak asasi Manusia, Pasal 9 Deklarasi Universal Tentang Hak Asasi Manusia dan ketentuan Perkap Nomor 08 tahun 2009 tentang Implementasi prinsip dan standart Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraan tugas kepolisian negara republik indonesia.

"LBH Medan meminta agar kasus ini ditindaklanjuti dengan serius untuk membuktikan kejahatan yang diduga dilakukan oleh oknumPolsek Percut Seituan," imbuhnya.

Selain memproses hukum dalam konteks pidananya, lanjutnya, pihaknya berharap agar Kapolda Sumut, kabid Propam Polda Sumut dan Kabag Wassidik Polda sumut serta jajaran lain yang berwenang dapat segera melakukan pemeriksaan terhadap jajaranPolsek Percut Seituan demi terciptanya penegakan hukum yang adil dan berkepastian.

"Dan hal yang tidak kalah penting agar tidak ada pengulangan peristiwa yang sama terhadap masyarakat lainnya. Selain lembaga internal kepolisian, penting juga kiranya untuk Komnas HAM terlibat dalam kasus ini melihat peristiwa pelanggaran atau kejahatan di lingkungan kepolisian bukan kali pertama terjadi," sebutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved