Suara Dentuman dan Sinar Merah
Belitung Dihujani Meteor, Kepala BMKG: Belitung Punya Sejarah Batu Meteor Jatuh, Buktinya Batu Satam
Ia mengklaim, untuk sementara ini diduga kuat bahwa benda yang membuat heboh masyarakat itu, adalah batu meteor.
Penulis: Disa Aryandi |
Ia menekankan pada masyarakat agar tidak perlu khawatir berlebihan karena ini hanya fenomena alam biasa.
Sebagai informasi, hujan meteor Perseid aktif sejak tanggal 17 Juli hingga 24 Agustus dan puncaknya terjadi pada 12 sampai 13 Agustus 2020. Hujan meteor ini dapat disaksikan mulai tengah malam hingga fajar bahari atau nautica berakhir atau sekitar 24 menit sebelum matahari terbit.
Itensitas maksimum hujan meteor ini mencapai 60 sampai 70 meter tiap jam dengan kelajuan meteor mencapai 212.400 km per jam.
(Posbelitung.co/Disa Aryandi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-batu-meteorit.jpg)