Kisruh UU Cipta Kerja
Presiden Jokowi Enggak Gentle, Pergi ke Kalimantan Hindari Buruh, KPBI: Harusnya Hadapi Kami Dong
Presiden Jokowi malah memilih kunker ke Kalimantan Tengah, bukan mendengarkan keluhan buruh dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.
POSBELITUNG.CO , JAKARTA, - Di tengah gelombang unjuk rasa buruh menolak UU Cipta Kerja, Presiden Joko Widodo bukannya berada di tempat.
Presiden Jokowi disebut malah menghindar dari massa yang mendemonya agar UU Cipta Kerja dicabut.
Ulah Presiden Jokowi ini pun disayangkan oleh Wakil Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jumisih.
Jokowi malah memilih ke Kalimantan Tengah, bukan mengurus buruh menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.
Jumisih menuding, Presiden Jokowi menghindar dari buruh.
Baca Juga:
Buruh Berjuang Demo Tolak UU Cipta Kerja ke Istana, Presiden Jokowi Malah Kunker ke Tempat Ini
Selebgram Sindir Puan Maharani Ketua DPR RI, Oh Ini Perempuan Yang Matiin Microphon
Jokowi Ingkari Buruh RUU Cipta Kerja Disahkan, INGAT Inilah Janjinya Saat Kampanye Pilpres 2019
"Presiden itu menghindar, enggak gentle ya. Harusnya hadapi kami dong yang ingin ketemu," ujar Jumisih kepada Kompas.com, Kamis (8/10/2020).
Jumisih mengatakan, di momen inilah semestinya Presiden Jokowi mendengar aspirasi masyarakat.

Menurut dia, kunjungan kerja ke daerah sekalipun sebenarnya dapat ditunda karena tuntutan sejumlah elemen masyarakat yang mendesak.
"Katanya Presiden dari rakyat, katanya mau mendengarkan aspirasi rakyat, katanya jadi Presiden untuk rakyat, harusnya itu (menemui buruh) dilakukan," ujar Jumisih.
Diketahui, Istana Kepresidenan Jakarta akan menjadi lokasi unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja.
Aksi unjuk rasa ini merupakan puncak gelombang protes masyarakat pasca-disahkannya UU Cipta Kerja melalui rapat paripurna di DPR RI, Senin (5/10/2020).
Tidak hanya di pusat kekuasaan, gelombang unjuk rasa juga terjadi hampir di tiap daerah.
Mereka melakukan penolakan lantaran banyak aturan di UU Cipta Kerja yang dinilai akan merampas hak masyarakat, termasuk elemen buruh.
Misalnya, penghapusan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang dinilai akan kian masifnya pemberlakukan kerja kontrak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buruh: Jangan Menghindar, Harusnya Presiden Menghadapi Kami",