TOPIK
Kisruh UU Cipta Kerja
-
Pemerintah tidak berhak mengotak-atik draf yang sudah disetujui DPR dan diserahkan ke Pemerintah.
-
Jokowi mesti membuka draf UU Cipta Kerja karena keterbukaan merupakan salah satu azas dalam pembentukan perundang-undangan
-
BEM SI tetap mendesak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan perppu untuk mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan
-
Hotman meyakini UU Cipta Kerja akan menolong para buruh dan pekerja memeroleh hak mereka mendapat pesangon
-
Azis menegaskan bahwa DPR tidak mengubah substansi RUU Cipta Kerja, yang diubah hanya karena kesalahan
-
Kala itu, Jokowi justru melawat ke Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk menengok kawasan lumbung pangan, di antaranya sawah dan peternakan bebek.
-
Dalam pengambilan keputusan tingkat I antara Panitia Kerja Baleg dan pemerintah, masih ada draf RUU Cipta Kerja yang belum ditandatangani fraksi
-
Dalam Pasal 154 A ayat 1 huruf (i) yang menyebutkan perusahaan bisa melakukan PHK karena karyawan mangkir, tapi tak disebut waktunya
-
Dua pia berpakaian preman yang diduga polisi merampas handphone wartawan dan mengapus video dan foto demo omnibus law cipta kerja di Sukabumi
-
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan seperti apa sosok Benny Harman yang dikenalnya dan dijuliki Macan Parlemen
-
Banyaknya aksi penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja, karena pemerintah sejak awal menutup-nutupi isi yang tercantum dalam UU Omnibus Law
-
Presiden Jokowi malah memilih kunker ke Kalimantan Tengah, bukan mendengarkan keluhan buruh dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.
-
Politisi wanita dari PDI Perjuangan ini diduga mematikan mikrofon saat Fraksi Partai Demokrat menyampaikan interupsi berbuntut panjang
-
Bey membantah bahwa kunjungan kerja Presiden Jokowi ini dilakukan lantaran adanya demonstrasi buruh yang rencananya
-
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pertama kali yang mengenalkan istilah Omnibus Law dari Sofyan Djalil
-
Mengetahui PAN menyetujui UU Cipta Kerja, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bandung, Uum Syarif Usman mundur dari partai