Eksklusif Game Online

Sisi Positif Game Online, Celah Bisnis Jual Beli Akun hingga Turnamen e-Sport

Bila diarahkan ke hal positif bukan tidak mungkin dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Sebaliknya jika tidak terkontrol bisa menyebabkan kecanduan.

Editor: Jaryanto
POS BELITUNG/SUHARLI
Anggota Komunitas Game Second List main bareng (mabar) gim Mobile Legend (ML) di sebuah warung kopi kawasan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, tempat biasa mereka nongkrong, Minggu (6/6/2021). 

Sisi Positif Game Online, Celah Bisnis Jual Beli Akun hingga Turnamen e-Sport

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Komunitas Game Online Second List, Ryan mengatakan dampak positif dan negatif game online bagi penggunanya tentu ada.

Bila diarahkan ke hal positif bukan tidak mungkin dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Sebaliknya jika tidak terkontrol bisa menyebabkan kecanduan.

Menurutnya keseruan game online diantaranya dapat berinteraksi dengan orang dimana saja. Selain itu ada keuntungan lain yaitu bisa jual akun.

"Sebenarnya sudah sering (jual akun). Misal saya pribadi beli akun orang Rp400 ribu, saya mainkan kemudian saya jual lagi harganya naik sampai Rp600 ribu. Pembelinya rata-rata juga sudah pernah main game online," ungkap Ryan kepada posbelitung.co, Minggu (6/6/2021).

Baca juga: Ciri-ciri Kecanduan Game Menurut Psikolog/Direktur Growth Psychological Center, Eis Masitah

Satu di antaranya untuk menambah pengalaman dalam game online yakni melalui top up gim. Hal seperti ini menurutnya lebih pada kepuasan diri atau semacam fashion dalam gim.

"Setelah top up karakternya nambah damage, skill karakternya juga naik, skin bertambah. Mungkin top up lebih ke arah fesyen saja," ujarnya.

Ryan mengaku top up gim biasanya menggunakan pulsa atau bayar langsung melalui aplikasi codashop dan sejenisnya.

"Paling banyak top up saya Rp 300 ribu, tapi itu sering mungkin ditotal juga lumayan," ujarnya.

Dia juga mengatakan ada istilah bagi gamer yang keseringan top up agar skinnya banyak, yaitu istilahnya sultan.

"Awal hobi 2017, ketemu kawan. Dari situ mulai berpikir bagaimana kalau ada turnamen, bukan hanya sekadar hobi saja," katar Ryan.

Baca juga: Masif Game Online, Analis Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinsos PPA Belitung: Ajari Konsekuensi

Dia mengakui saat ini turnamen game online di Pulau Belitung masih sangat sedikit. Informasi berkenaan e-Sport di Belitung juga hanya sebatas di kalangan komunitas.

" E-Sport memang ada di Belitung Timur, tapi kami belum tergabung jadi masih seputaran komunitas saja," ucapnya.

Dia berharap pemerintah juga memperhatikan olahraga tersebut. Satu diantaranya dengan memfasilitasi tempat untuk para gamers. Peminat game online menurutnya cukup banyak.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved