Breaking News:

Polemik Pegawai KPK

Presiden Jokowi Diultimatum BEM SI dan Gasak, 3x24 Jam Segera Batalkan Pemecatan 56 Pegawai KPK

Bila waktu 3x24 jam Presiden Joko Widodo tak mengangkat 56 pegawai KPK yang hendak dipecat maka BEM SI akan menggelar aksi demo

Editor: Hendra
Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

POSBELITUNG.CO -- Polemik pemecatan 56 pegawai KPK yang tak lolos tes kebangsaan mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa.

KPK sudah mengumumkan rencana pemecatan 56 pegawai KPK tersebut pada 30 September nanti.

Rencana 30 September KPK ini ditanggapi oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK).

BEM SI dan GASAK memberikan ultimatum kepada Presiden Joko Widodo agar turun tangan menyelesaikan masalah 56 pegawai KPK tersebut.

Baca juga: Azis Syamsuddin Ditangkap Buat Pengalihan Isu, MAKI: KPK Mau Tutupi Keburukan Rencana 30 September

Kedua organisasi meminta Jokowi untuk bertanggung jawab pada nasib 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan diberhentikan sebagai buntut tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

BEM SI mendesak Jokowi segera mengangkat kembali 56 pegawai KPK tersebut dalam waktu 3x24 jam.

Jika permintaan itu tak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar aksi massa.

Lantas, siapakah pimpinan aksi aliansi BEM SI ini?

Nofrian Fadil Akbar adalah koordinator pusat aliansi BEM SI tahun 2021 yang terpilih pada akhir bulan Maret 2021.

Dikutip dari Warta Kota, Nofrian merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Riau.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved