Lipsus Kue Satu Khas Belitung

Rasa dan Tekstur Kue Tradisional Terus Berkembang

Seperti kue rintak, sekarang sudah divariasikan dengan menambahkan rasa jahe, cokelat, wijen, dan sebagainya.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kue satu, kue kering tradisional yang terbuat dari tepung kacang hijau. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Staf Bidang KUMKM Dinas KUMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUMKMPTK) Kabupaten Belitung, Fita Elyana, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belitung melalui dinas tersebut, mendukung sepenuhnya usaha kue kering tradisional. Seperti kue rintak, kue satu, kue coklat, kue sagon, dan lainnya.

"Adapun kue tradisional tersebut sekarang sudah mengalami perkembangan yang bagus dari segi rasa, tekstur, dengan mempertahankan resep turun temurun," kata Fita kepada Posbelitung.co, Kamis (2/12).

Justru, lanjutnya, sekarang UMKM yang bergerak di usaha kue tradisional merupakan anak-anak muda yang mendapatkan resep turun temurun dari keluarganya, namun dengan variasi kekinian.

Baca juga: Memproduksi Kue Satu Oleh-oleh Khas Belitung untuk Wisatawan, Yanti Sukses Berbekal Resep Orang Tua

Seperti kue rintak, sekarang sudah divariasikan dengan menambahkan rasa jahe, cokelat, wijen, dan sebagainya.

Termasuk ada inovasi kue sagon yang sebenarnya berasal dari makanan jadul.

Lalu, kemudian divariasikan dengan rasa stroberi, cokelat, bahkan keju.

Fasilitasi Sertifikat Halal

Dinas KUMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUMKMPTK) Kabupaten Belitung akan selalu mendampingi UMKM dalam kualitas produksi.

Seperti fasilitasi sertifikat halal, pembuatan PIRT (pangan industri rumah tangga) melalui Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Baca juga: Kue Tradisional Perlu Promosi Gencar

"Kemudian untuk fasilitasi pemasaran produk, pelaku UMKM bisa menitipkan produknya di Galeri KUKM dan toko oleh-oleh," kata staf Bidang KUMKM Dinas KUMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUMKMPTK) Kabupaten Belitung, Fita Elyana, Kamis (2/12).

Bahkan, kata dia, UMKM juga diberikan pelatihan digital marketing.

Baca juga: Kue Satu Jadi Pengingat Momen saat Lebaran

Upaya ini supaya produk UMKM bisa masuk ke marketplace seperti di Shopee, Lazada, Tokopedia, dan lainnya.

"Ada juga pemberian bantuan alat untuk menunjang produksi UMKM seperti oven dan mixer. Selain itu PLUT KUKM juga menyediakan bantuan untuk desain kemasan dan merek produk," tutur Fita. (del)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved