Berita Bangka Tengah

Pemotongan TPP Guru ASN di Bangka Tengah Jadi Sorotan, DPRD akan Panggil Sekda Kadiknas

Kabar pemotongan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi guru Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kabupaten Bangka Tengah jadi sorotan.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Ist/Tribunnews.com
Ilustrasi pendapatan PNS berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 

POSBELITUNG.CO -- Kabar pemotongan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi guru Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kabupaten Bangka Tengah beberapa hari terakhir ini kembali ramai diperbincangkan.

Polemik kabar pemotongan TPP bagi ASN guru di Kabupaten Bangka Tengah itu, kini mencuat di permukaan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Sekretaris Daerah, Sugianto mengatakan bahwa pemotongan TPP tersebut terjadi karena adanya miskonsepsi dan mispersepsi.

Oleh karena itu, mekanisme pembayaran TPP yang telah tertuang dalam Peraturan Bupati Bangka Tengah Nomor 22 Tahun 2022 itu akan direvisi dan dikatakan tidak ada pengurangan ataupun penambahan TPP pada tahun ini.

Namun, seorang guru di Bangka Tengah, yang tak mau disebutkan namanya, mengaku beberapa hari lalu dirinya masih saja menerima TPP yang nominalnya sudah terpotong.

"Katanya kemarin sudah mau diubah seperti semula, tapi nyatanya tetap saja TPP saya masih di potong. Kami seperti di PHP," sesalnya kepada Bangkapos.com, Minggu (29/5/2022).

Padahal dirinya sudah merasa sangat senang lantaran kabar pembatalan pemotongan TPP yang sebelumnya sempat menghebohkan kalangan guru PNS di Bangka Tengah itu.

"Ya gimana ya, kirain bulan ini udah normal pembayarannya, soalnya kita kan udah ngitung-ngitung uangnya buat beli ini itu," ungkapnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah bersungguh-sungguh menangani hal ini sehingga tidak terkesan mempermainkan perasaan para guru.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sugianto menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar yang harus dipahami oleh semua kalangan ASN tentang pembayaran TPP.

Ia menjelas, mekanisme pembayaran TPP berbeda dengan pembayaran gaji pokok.

"Kalau gaji pokok itu dibayar dulu baru kerja. Sedangkan kalau TPP, kerja dulu baru bisa dibayar," ucap Sugianto.

Menurutnya, pembayaran TPP memang biasanya dibayarkan setiap Minggu ketiga satu bulan setelahnya atau tanggal 20-an ke atas.

"Misalnya TPP untuk bulan April, maka dibayarnya bulan Mei di Minggu ketiga," jelas Sugianto.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved