Berita Belitung Timur

Kasus PMK Tersisa 12 Hewan Ternak di Belitung Timur, Satu Mati, Heru : Kita Masih Tunggu Vaksinnya

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ada di Belitung Timur menunjukkan progres perbaikan. Dari pekan lalu 130 kasus positif tersisa 12 kasus.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
(Ist)
Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur memberikan kalung sehat pada sapi sapi yang telah lolos uji kesehatan dan bebas dari PMK 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ada di Belitung Timur menunjukkan progres perbaikan. Dari pekan lalu 130 kasus positif, per hari ini tersisa 12 kasus aktif saja.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belitung Timur Heru Indramarta mengatakan 12 kasus ini semuanya yaitu jenis sapi.

"Penyebarannya yakni sembilan ekor di Damar dan tiga ekor di Damar. Untuk yang mati ada satu hewan dan enam hewan dipotong bersyarat. Untuk total kasus kita dari awal yaitu 151 hewan positif PMK," kata Heru kepada Posbelitung.co, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Pelaku Perhotelan Berharap G20 di Belitung Tetap Berlangsung, Siap Menerima Keputusan Apapun

Baca juga: Enggan Komentari Isu G20, EGM Bandara Hananjoeddin Sebut Perbaikan Tetap Berjalan

Heru mengatakan. untuk mencegah penyebaran virus PMK ini yaitu harus diberikan vaksin kepada para hewan ternak.

Namun vaksin tersebut sampai saat ini belum didistribusikan. Menurutnya vaksin itu akan sampai ke Belitung Timur pada akhir bulan ini.

Sementara ini dalam mengantisipasi penyebaran pihaknya tetap mengedukasi para peternak agar jangan bepergian ke antar tempat ternak. Apalagi peternak yang berasal dari daerah pusat sebaran.

"Penyebaran virus PMK ini cukup cepat ya. Dari baju, sentuhan manusia, hingga udara bisa menularkan ke hewan ternak. Jadi usahakan mobilitasnya dikurangi ke tempat ternak yang masih bersih dari virus," imbau Heru.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok di Bangka Belitung Cerah Berawan, Sebagian Hujan Ringan

Dia juga kembali menegaskan bahwa virus ini tidak berdampak apa-apa terhadap manusia, termasuk jika daging hewan terinfeksi ini dikonsumsi.

"Tapi kita akan tetap lakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan supaya masyarakat bisa mengonsumsi daging-daging ternak yang sehat," tegas Heru.

( Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved