Uang Palsu

Ayah dan Anak Pengedar Uang Palsu di Pangkalpinang Ditangkap

Ketiga ini jaringan antar provinsi, kalau untuk mengedarkan di Pangkalpinang sudah sejak Juli 2022, jadi barang bukti sudah beredar di Pangkalpinang

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Satreskrim Polres Pangkalpinang saat tiba di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Minggu (16/10/2022). 

Adapun delapan ciri-ciri uang palsu adalah sebagai berikut.

1. Umumnya bernominal besar

Untuk memproduksi uang palsu, pasti diperlukan biaya. Sehubungan dengan hal tersebut, uang yang dipalsukan umumnya merupakan pecahan besar, misalnya uang palsu pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu.

2. Tidak multiwarna

Meski terlihat sama, warna uang yang palsu dan uang asli berbeda. Uang asli umumnya memiliki berbagai warna atau multiwarna jika dilihat dari sudut tertentu.

3. Tekstur uang seperti kertas biasa

Uang palsu umumnya dicetak pada kertas biasa, teksturnya halus dan licin. Sebaliknya, uang asli memiliki tekstur kasar dan berserat karena terbuat dari serat kapas.

4. Benang pengaman menyatu

Uang asli dilengkapi dengan benang pengaman seperti dianyam. Jika diperhatikan, benang pengaman yang dianyam ini memiliki tekstur yang berbeda dari bahan kertas dan tidak menyatu. Pada uang palsu, umumnya “benang” terasa sama dengan bahan kertas dan terlihat menyatu.

5. Tidak terdapat rectoverso saat diterawang

Uang asli didesain dengan gambar saling isi atau rectoverso dari logo Bank Indonesia. Logo ini dapat dilihat jika uang diterawang ke arah cahaya. Uang yang palsu umumnya tidak memiliki gambar rectoverso ini.

6. Gambar, angka, dan logo BI tidak menyala

Apabila disinari dengan sinar ultraviolet (UV), bagian depan dan bagian uang asli akan terlihat menyala. Umumnya bagian yang menyala ini terdapat pada sebagian desain gambar, nominal angka, dan logo BI. Berbeda dari yang asli, uang yang palsu tidak memiliki bagian yang menyala saat dilihat dengan sinar UV.

7. Kode tunanetra tidak terasa saat diraba

Uang asli memiliki kode tunanetra atau blind code yang merupakan pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang yang terasa kasar jika diraba. Uang yang palsu biasanya tidak memiliki kode khusus ini.

8. Tidak terdapat cetakan kasar pada beberapa bagian

Selain pada bagian kode tunanetra, pada uang asli, banyak bagian yang terasa kasar, misalnya pada bagian nominal uang, logo garuda, dan lainnya. Berbeda dari uang asli, uang yang palsu umumnya tidak memiliki jenis cetakan kasar; semua bagian cetakan terasa sama halusnya jika diraba.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

 

 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved