Berita Bangka Selatan

Kebakaran Terjadi Lima Kali Sehari, Damkar Bangka Selatan Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bangka Selatan terjadi setiap hari. Jumlahnya pun terus meningkat.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah anggota petugas pemadam kebakaran dari pemerintah Kabupaten Bangka Selatan saat berjibaku menjinakkan api yang membakar 15 hektar lahan di kawasan GOR Kabupaten Bangka Selatan, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kamis (14/9/2023). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bangka Selatan terjadi setiap hari. Jumlahnya pun terus meningkat.

Bahkan petugas Pemadam kebakaran (damkar) setempat disibukkan dengan kegiatan pemadaman si jago merah pada, Rabu (13/9/2023). 

Dalam sehari, petugas melakukan pemadaman api di sejumlah lokasi yang berbeda.

Kasi Penanggulangan Bencana, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Selatan, Wardi mengatakan, terhitung sejak pagi hingga sore hari sudah terjadi lima kali kebakaran di daerah itu. 

Api melalap sejumlah hutan dan lahan yang ada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Toboali, Kecamatan Payung dan Kecamatan Airgegas.

"Ada lima titik kebakaran hari ini. Ada di Kecamatan Airgegas, Kecamatan Payung dan Kecamatan Toboali," kata Wardi.

Wardi berujar, dari lima titik karhutla tersebut lahan seluas 20 hektare habis diamuk si jago merah. Namun beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. 

Pasalnya, petugas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman di beberapa titik lokasi.

Dalam aksi pemadaman itu pihaknya mengerahkan puluhan personel dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran. 

Mayoritas kebakaran yang terjadi belakangan ini adalah karhutla. Hal ini seiring dengan datangnya puncak musim kemarau. 

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kurang lebih sekitar 20 hektare lahan terbakar dari lima titik," jelasnya.

Di samping itu lanjut dia, dari kasus karhutla pihaknya belum mengetahui pasti penyebab pasti kejadian itu. 

Pihaknya menduga kebakaran itu dilakukan secara sengaja. Terutama ulah segelintir oknum masyarakat yang hendak membuka lahan dengan cara dibakar. 

"Diduga lahan ini sengaja dibakar karena untuk membuka lahan," ujarnya.

Mengingat tingginya kasus karhutla yang terjadi, Wardi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved