Ditemukan Pohon Pelawan Berdiameter Besar Spesifik Belitung di Bukit Peramun dan Gunung Kubing

Perlu diketahui pelawan berdiameter besar hanya ada di sini. Di Pulau Bangka saya pernah eksplorasi 2013-2015, tidak menemukan pohon pelawan ...

Ist/Kades Namang
Hutan Pelawan__ Sejumlah turis asing saat berkunjung langsung ke Hutan Pelawan Desa Namang beberapa waktu lalu. 

"Kalau dihitung pertumbuhan karang masif hanya 1 sentimeter per tahun, dengan ukuran sekitar 1 meter, maka berusia lebih dari 100 tahun. Dan itu menjadi aset untuk Pulau Langer dan jangan sampai karang ini mengalami bleaching (pemutihan) yang akan menuju kematian jika dibiarkan," pesan Tridiati.

Saat meneliti pada Juli lalu, lanjut dia, kondisi kesehatan terumbu karang tergolong buruk sampai sedang dengan kisaran kesehatan 10-30 persen.

Baca juga: Biodata Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas Ditunjuk jadi Plt Mentan Gantikan SYL, Ini Prestasinya

Baca juga: Fitri Sandayani, Pengantin Baru asal Bogor yang Kabur, Nekat Bohongi Mertua Pakai Es

Baca juga: Bacaan Doa dan Niat Sholat Tahajud yang Mustajab Menurut Sunnah

Perairan memiliki kondisi keruh karena arus di bawah permukaan air deras sehingga mengurangi jarak pandang.

"Tahun depan akan datang di bulan lain yang airnya jernih sehingga di Selat Nasik bisa aktivitas wisata bisa datang di bulan apa yang kondisi airnya jernih,"kata Tridiati,

Sebagai informasi, rangkaian riset di bawah United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdiciplinary Sciences (UKICIS)-IPB ini akan berlangsung selama empat tahun hingga 2026 yang terbagi dalam tujuh kelompok penelitian atau work package (WP).

Penelitian yang dilakukan Departemen Biologi FMIPA mengangkat topik Pariwisata Berkelanjutan dan Terintegrasi Berdasarkan Sumber Daya Hayati di Belitung.

Penelitian besar yang terdiri dari tujuh work package (WP) ini melibatkan dosen-dosen IPB dan dosen perguruan tinggi lain seperti ITB, UGM, dan UI.

Khasiat Daun Pohon Pelawan Luar Biasa

Sebagian orang tua zaman dulu pernah bilang, kayu bakar terbaik adalah kayu pelawan. Kayu yang dipotong-potong kecil kecil itu berasal dari pohon pelawan, tumbuhan yang banyak hidup di kawasan bekas penambangan timah atau tanah tandus nan gersang, yang kemudian jadi hutan kecil.

Di masa itu juga, di pinggir jalan sejumlah perkampungan di Provinsi Bangka Belitung, sering ditemui tumpukan kayu pelawan yang diikat tali.

Kayu itu dipajang di tepi jalan untuk dijual kepada para kosumen yang lewat, untuk dijadikan kayu bakar.

Sepertinya ketika itu, pohon pelawan seolah hanya berguna pada bagian batang atau dahannya saja, sekadar untuk dijadikan bahan bakar di dapur, pengganti bahan bakar minyak atau gas yang ketika itu dianggap sulit didapatkan.

Tapi kini, tak hanya batang dan dahan atau rantingnya yang berguna. Ternyata daun pelawan punya khasiat lebih, bukan sekadar kayunya untuk dijadikan kayu bakar.

Baca juga: Biodata Lengkap dan Agama Lady Nayoan, Akui Sedih, Lagi Semangat Jualan TikTok Shop Ditutup

Baca juga: Cara Menemukan Letak Nomor Ijazah SMA, SMK, D3, S1 untuk Daftar CPNS dan PPPK 2023

Baca juga: Jangan Panik, Ini Cara Membuka HP OPPO yang Terkunci atau Lupa Kata Sandi dengan Panggilan Darurat

Melalui kajian ilmiah, Tim Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang memperoleh Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta dari Kemdikbudristek 2021 lalu, berhasil mengembangkan daun pelawan sebagai bahan pada riset nanosilver.

Tim program studi kimia ini beranggotakan Ike Nur Amanah, Della Puspita Indriyani dan Bana Prilia Muharomah serta didampingi oleh dosen pembimbing Verry Andre Fabiani.

Mahasiswa UBB Ike Nur Amanah ketika itu menjelaskan, nanosilver ini bersifat antibakteri yang membantu dalam berbagai masalah yang ditimbulkan oleh bakteri. Umumnya, nanosilver dimanfaatkan pada pembuatan produk-produk kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved