Pemilu 2024
DPT Pemilu 2024 Dijebol Hacker, Anies Tunggu Penjelasan Resmi KPU
Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilaporkan dibobol hacker dan dijual sebesar US$74 ribu atau Rp1,2 Miliar.
POSBELITUNG.CO - Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilaporkan dibobol hacker dan dijual sebesar US$74 ribu atau Rp1,2 Miliar.
Akibatnya, data 204 juta DPT bocor. Data yang dibagikan meliputi Nomor Kartu Keluarga, KTP, NIK, nomor passport untuk pemilih di luar negeri, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal dan tempat lahor, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.
Baca juga: Hacker Jimbo Bobol 204 Juta DPT Pemilu 2024 Dijual hingga Rp1,1 Miliar
Baca juga: Menkominfo Akui Data KPU yang Bocor DPT Pemilu 2024, Dijual Rp1,1 Miliar
Menangapi hal tersebut, capres nomor urut satu, Anies Baswedan, menyebutkan bahwa ia masih menunggu pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh KPU.
"Saya membaca berita itu, tapi saya belum mendengar verifikasinya. Tapi kami merasa perlu bahwa yang namanya data itu harus dijaga keamanannya secara amat-amat serius," ujar Anies di Jalan Sulaksana, Cicaheum, Rabu (28/11).
Anies mengatakan bahwa keamanan data bukan pada aspek sistemnya, namun juga integritas operator yang melaksanakannya guna menjamin keamanan data seluruh masyarakat.
"Kita belum mendengar penjelasan resminya. Jadi saya tunggu sampai ada resminya, " kata Anies.
Sementara itu, Co-Captain Timnas AMIN, Leontinus Alpha Edison, mengatakan sebaiknya menunggu audit yang komperhensif daripada berspekulasi tidak baik.
"Kita sebagai orang yang di luar sistem, bukan orang yang bertanggung jawab dari jarak jauh dan sangat susah dan tidak mungkin. Sebaiknya kita tunggu," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa untuk menghindari isu yang tidak benar menunggu klarifikasi dari KPU.
Menurutnya, data merupakan privasi yang harus diproteksi menjadi hal yang utama.
"Terlepas dari apapun itu, jika ada insiden maupun kebocoran pencurian data, sangat menghawatirkan. Harus serius dalam hal ini, merubah banyak mind set bagaimana tanggung jawab pengumpulan data sanvat besar," katanya. (*)
(TribunJabar.id/Nappisah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/3011-anies.jpg)