Terungkap Motif Supri Lakukan Anirat KDRT Nurlaela di Tempilang Babar, Polisi Sebut Faktor ini
Motif, dari keterangan korban awal pelaku menanyakan kemana uang gadai motor sebesar Rp 2 juta, terus dijawab istrinya sudah habis untuk keperluan...
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POSBELITNUG.CO -- Terungkap motif Supri (49), tersangka kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) melakukan penganiayaan berat ( Anirat ) terhadap sang istri Nurlaela (34), di kediamannya Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ).
Seperti diketahui, Supri sempat menjadi buron dan menjadi daftar pencarian orang (DPO) karena perbuatannya yang telah melakukan KDRT dengan penganiayaan berat terhadap istri sirinya Nurlaela pada Minggu (26/11/2023).
Kini pelaku Supri telah diringkus tim gabungan Polda Bangka Belitung dan Polres Bangka Barat, Senin (4/12/2023).
Namun, nasib Supri berakhir tragis, ia harus meregang nyawa di tangan polisi.
Pasalnya saat ditangkap Supri melakukan perlawanan dengan menggunakan parang.
Adapun terungkapnya motif Supri melakukan KDRT dengan penganiayaan berat terhadap Nurlaela, setelah korban buka suara.
Baca juga: Biodata dan Karier Mentereng Doni Monardo, Mantan Kepala BNPB yang Meninggal Dunia di Usia 60 Tahun
Baca juga: Teganya Supri, Suami di Bangka Barat yang Aniaya Istri hingga Tangan Patah dan Kedua Mata Buta
Baca juga: Akhir Pelarian Supri, Pelaku Anirat KDRT di Tempilang Bangka Barat Tewas Ditembak karena Melawan
Motif Ekonomi Bikin Pelaku Kalap
Polisi menjelaskan motif penganiayan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban karena faktor ekonomi.
"Motif, dari keterangan korban awal pelaku menanyakan kemana uang gadai motor sebesar Rp 2 juta, terus dijawab istrinya sudah habis untuk keperluan keluarga atau keperluan anak. Tetapi lakinya sempat mengungkit masalah uang-uang yang lain. Yang selama ini ada pada istrinya, mereka pun sempat cekcok ribut pada malam sebelum kejadian," ungkap Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah, Senin (4/12/2023).
Akibat prilaku istri yang terus meminta membuat pelaku tersulut emosi dan gelap mata, akhirnya melakukan penganiayaan berat.
"Gara-gara istri sirinya itu meminta duit terus menerus, cekcok terus masalah duit gadai motor dan masalah lainnya. Kemudian pada dini hari 03.00 WIB Minggu (26/11/2023), waktu kejadian, ketika istrinya bangun hendak minum langsung dipeluk dari belakang dan dipukul, dilakukan penganiyaan," ujarnya.
Ia kemudian, memukul wajah korban menggunakan besi panjang atau linggis yang menghantam bola mata, gigi, rahang dan bagian kepala lainnya.
"Tidak ada motif perselingkuhan dan yang lainnya di sini murni persoalan faktor ekonomi," katanya.
Pelaku Supri Sembunyi di Hutan
Kapolres Bangka Barat, AKBP Ade Zamrah, menjelaskan polisi mencium keberadaan pelaku pada, Senin (4/12/2023) dini hari. Polisi mendapat informasi dari masyarakat, tersangka bersembunyi di Hutan dekat tambang inkonvensional (TI), Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.
Sebelumnya polisi telah menyebarkan foto dan identitas pelaku di daftar pencarian orang (DPO) polisi.
Dalam daftar DPO itu, disebutkan nama, Supri jenis kelamin laki-laki usia 49 tahun, pekerjaan petani/pekebun dan alamat Dusun Payak Seruk, Desa Tepus, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan.
Baca juga: 55 Contoh Soal dan Jawaban PAS/UAS Semester 1 Kimia Pilihan Ganda Kelas 10 SMA/MA, Kurikulum Merdeka
Baca juga: Inilah Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024 Resmi Pemerintah, Ada 27 Tanggal Merah!
Baca juga: Harga HP Oppo A57 Periode Desember 2023, dan Spesifikasi, HP Murah Ini Bawa Memori Internal 128 GB
Saat itu polisi segera menuju ke lokasi yang diinformasikan, untuk segera mengamankan pelaku.
Ketika tiba di lokasi, pukul 03.00 WIB, tersangka penganiayaan berat (anirat) terlihat berada dilokasi.
Kemudian Anggota Gabungan Jatanras Polda Bangka Belitung, Opsnal Satreskrim Polres Bangka Barat, Unit Reskrim Polsek Tempilang dan Unit Reskrim Polsek Lubuk Besar berusaha mengamankan tersangka.
"Pada saat upaya penangkapan berlangsung, tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah parang panjang. Dengan cara mengayunkan parang tersebut secara membabi buta yang dinilai sudah mengancam keamanan dan keselamatan jiwa anggota kepolisian," kata Ade.
Sehingga anggota gabungan Jatanras Polda Bangka Belitung, Opsnal Satreskrim Polres Bangka Barat, Unit Reskrim Polsek Tempilang dan Unit Reskrim Polsek lubuk mengambil tindakan. Dengan melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali.
"Namun tidak dihiraukan oleh tersangka tersebut, yang masih mengayun-ayunkan parang. Sehingga anggota kepolisian melakukan tindakan tegas dan terukur melakukan tembakan ke arah tersangka dan mengenai bagian perut tersangka," katanya.
Selanjutnya tersangka, dibawa ke puskesmas terdekat untuk diberikan perawatan.
Pada saat menerima perawatan, oleh petugas Puskesmas kondisi tersangka dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Lubuk Besar.
Sementara, barang bukti yang diamankan pada saat penangkapan, satu bilah parang, satu unit kendaraan roda dua merk Honda Revo dan satu potong baju tersangka.
Reaksi Nurlaela Setelah Supri Pelakunya Meninggal Dunia
Nurlaela (34) harus kehilangan penglihatannya untuk selama-lamanya setelah dianiaya secara brutal oleh Supri (49) suami sirinya.
Tubuhnya masih terbaring lemas dengan wajah yang dipenuhi perban di rumah sakit.
Baca juga: Harga Oppo Reno8 T 5G Akhir November 2023 dan Spesifikasi: Ponsel Canggih dengan Kamera Setara DSLR
Baca juga: 55 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAS/UAS PJOK Kelas 10 SMA/MA, Kurikulum Merdeka
Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2
Meski demikian, Nurlaela rupanya memaafkan Supri yang telah melakukan tindak penganiayaan berat pada dirinya.
"Dari lubuk hati paling dalam sebagai seorang istri dan sudah punya anak dari dia. Tentunya saya sedih, kalau untuk dendam itu tidak ada karena saya sudah ikhlas dunia akhirat saya cuma bisa pasrah," ujar Nurlaela, Senin (4/12/2023).
Namun hati istri mana yang tak sakit, terlebih setelah harus menerima sejumlah penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya.
Berbagai operasi telah dilakukan Nurlaela di RSBT Timah Kota Pangkalpinang dan RSUP Soekarno Bangka Belitung, untuk memulihkan dirinya yang mengalami berbagai luka.
Mulai dari operasi mata, mulut hingga kedua tangannya yang patah, harus dijalani ibu dengan empat orang anak ini.
"Cuma dibalik kesedihan ada lebih sedih lagi, dengan keadaan saya seperti ini. Saya trauma banget, kemarin buron saya takut dia datang lagi. Tapi Allah SWT kuasa lebih besar, jadi seperti ini akhirnya," tuturnya.
Rasa trauma yang mendalam tentunya dirasakan Nurlaela, terlebih saat kejadian dirinya nyaris meregang nyawa usai mendapatkan amukan brutal dari Supri.
"Saat saya mau ke kamar mandi dari arah belakang langsung dihajar tangan saya pakai linggis, lalu saya jatuh teriak anak saya minta tolong anak. Dia itu langsung kabur, motor baju sudah disiapkan," jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkan Nurlaela, awal mula perselisihan diakuinya gara-gara masalah ekonomi keluarga.
Terlebih sebelum menikah siri dengan Supri, korban sudah memiliki tiga orang anak yang ikut dengannya.
"Awalnya dia itu ngomel terus gak saya tanggepin, buat apa sih diributin. Kalau memang gak mau lagi ya ceraikan saja, tapi kalau mau lanjut ya ayo bareng-bareng. Dia itu gak mikir anak saya padahal saya punya tiga anak, dibilang anak saya numpang tinggal dan numpang makan," bebernya.
Selain itu perilaku Supri yang tempramental, seakan menjadi bom waktu perselisihan antara keduanya.
Berbagai sikap dan perilaku Supri, kerap membuat korban tidak nyaman terlebih jika berurusan dengan pihak keluarga Nurlaela.
"Ibu saya meninggal, saya gak boleh datang gak boleh ngurusin keluarga saya. Alasannya takut saya ngasih duit ke keluarga saya, masa saya gak boleh bantu-bantu? Bapak kalau pulang dari laut biasa saya anter nasi, nah itu dimarahin kenapa ngasih makan padahal bapak juga sering ngasih ikan ke kita," ucapnya.
Sementara itu kini Nurlaela hanya bisa pasrah dengan masa depannya, terlebih dengan kondisinya yang sudah tak seperti dulu.
Selain memikirkan masa depannya bersama anak-anaknya, Nurlaela juga masih 'dihantui' dengan sejumlah utang selepas Supri yang kini sudah meninggal dunia.
"Kedepannya saya mau sekolahin anak, saya juga masih mau menyelesaikan utang dia. Surat rumah digadaikan dia, BPKB juga digadaikan, perumahan yang masih harus dibayarkan, motor masih ada angsuran ini yang masih saya pikirkan," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Nurlaela menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan Supri pada Minggu (26/11/2023) dikediamannya di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.
Sempat buron, namun kini Supri telah meninggal dunia usai mendapatkan luka tembak di perut saat berusaha melawan tim gabungan Polda Bangka Belitung pada Senin (4/12/2023).
(*/Rizki Irianda Pahlevi/Riki Pratama/)
PT Timah Kunjungi Keluarga Korban Laka Tambang di Bangka Barat, Beri Dukungan Moril dan Materil |
![]() |
---|
Kronologi Warga Geruduk Rumah Terduga Penculik Anak di Kedongdong Cirebon |
![]() |
---|
Oknum Wartawan Online di Bangka Barat Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pemerasan Kepala DLH |
![]() |
---|
Sosok Ustaz Terkenal di Bandung Diduga Aniaya dan Ludahi Anak Kandung, Mantan Istri Murka |
![]() |
---|
Penertiban Tambang Ilegal di IUP PT Timah di Bangka Barat, 8 Unit PIP dan 12 Pekerja Diamankan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.