Berita Populer
Betlehem Bak Kota Mati, Perayaan Natal Hanya Dirayakan Sederhana
Perayaan Natal di kota ini cukup mencekami,Minggu (24/12/2023).Padahal Betlehem dianggap sebagai kota kelahiran Yesus. Natal hanya dirayakan sederhana
Umat Kristen di sana mengatakan mereka berusaha menemukan kebahagiaan, meskipun perselisihan sedang berlangsung di tanah air mereka dan di Gaza.
“Di mana cintanya? Apa yang telah kita lakukan dengan cinta?” kata Pendeta Elias Zahlawi, seorang pendeta di Yabroud, sebuah kota sekitar 80 kilometer utara Damaskus.
“Kita telah membuang Tuhan ke luar wilayah kemanusiaan dan sayangnya, gereja tetap diam menghadapi kenyataan yang menyakitkan ini.”
Ada yang mencoba mencari inspirasi dalam semangat Natal.
Patriark Latin Pierbattista Pizzaballa, yang tiba dari Yerusalem untuk prosesi tradisional menuju Gereja Kelahiran, mengatakan kepada hadirin bahwa Natal adalah “alasan untuk berharap” meskipun ada perang dan kekerasan.
Perayaan Natal yang sederhana ini sesuai dengan pesan aslinya, kata Stephanie Saldaña, yang berasal dari San Antonio, Texas.
“Kami merasakan Natal lebih nyata dari sebelumnya, karena kami menantikan kedatangan pangeran perdamaian. Kami menunggu keajaiban untuk menghentikan perang ini,” kata Saldaña mengaku tinggal di Yerusalem dan Betlehem selama 15 tahun terakhir bersama suaminya, seorang pastor paroki di Gereja Katolik St Joseph Syriac.
(Posbelitung.co/Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Staradvertiser.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Di Tengah Perang Israel-Hamas, Betlehem Bak Kota Mati saat Perayaan Natal, https://www.tribunnews.com/internasional/2023/12/25/di-tengah-perang-israel-hamas-betlehem-bak-kota-mati-saat-perayaan-natal?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20231225-Perayaan-Natal-2023-secara-sederhana-tanpa-ada-dekorasi-Natal.jpg)