Berita Bangka Belitung

Turunkan Inflasi, BI Babel dan Gapoktan Timur Makmur Panen 2 Ton Bawang Merah

Lahan bawang merah tersebut merupakan milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Timur Makmur Desa Air Mesu. 

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
Bangka Pos / Andini
Panen bawang merah bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Timur Makmur Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (9/1/2024) bersama Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Lahan bawang merah tersebut merupakan milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Timur Makmur Desa Air Mesu. 

Sedikitnya ada sekitar dua ton bawang merah yang siap panen di kawasan seluas 0,3 hektare tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan BI Babel Agus Taufik menuturkan, panen bawang merah ini masih dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bangka Belitung.

Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan panen bawang merah bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Timur Makmur Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (9/1/2024).

Kata Agus, Gapoktan Timur Makmur Desa Air Mesu ini  merupakan salah satu poktan yang menjadi mitra Bank Indonesia di Bangka Belitung khusus untuk klaster bawang merah. 

"Jadi hari ini panen di atas lahan 0,3 hektare dengan produktivitas 12 ton per hektare, jadi cukup baik. Setelah kemarin melalui kita melewati periode El Nino, kemudian sudah berangsur pulih dan alhamdulillah hari ini, poktan ini bisa panen dengan produktivitas yang cukup baik," ujar Agus kepada awak media, Selasa (9/1/2024).

Agus mengatakan, panen bawang merah ini akan dilakukan secara bertahap mengingat masih ada beberapa lahan yang juga akan memasuki masa panen dalam waktu dekat. 

Karena itu, Dia berharap panen bawang merah di Bangka Tengah ini bisa menambah pasokan lokal bawang merah, sehingga kebutuhan bawang merah bagi masyarakat di Bangka Belitung khususnya di Bangka Tengah akan tercukupi. 

"Karena berdasarkan pengamatan kita beberapa minggu lalu, harga bawang merah mungkin tinggi, ada sedikit meningkat karena memang ada gangguan pasokan terutama di daerah-daerah sentra di Jawa. Semoga ini menjadi salah satu sumber pasokan lokal di Bangka Belitung, khususnya di Bangka Tengah," harap Agus. 

Sementara itu, Ketua Gapoktan Timur Makmur Desa Air Mesu Erwansyah mengucapkan, terima kasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan BI Provinsi Bangka Belitung, sehingga Gapoktan Timur Makmur tetap eksis budidaya bawang merah. 

"Sejak kita menjadi mitra binaan BI, kita bisa menanam bawang merah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sehingga sekarang ini kita bisa memacu maksimal hasil panen, termasuk kualitas bawang merah, yang tadinya kurang diminati, sekarang sudah diminati masyarakat karena kualitasnya hampir sama dengan pasokan dari luar," tutur Erwansyah. 

Erwansyah mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan bibit bawang merah sebanyak 200 kilogram yang ditanam diatas lahan seluas 0,3 hektare. Dengan adanya dukungan BI dan Pemda setempat, dirinya memperkirakan hasil panen bisa mencapai hingga 2 ton. 

"Sementara untuk harga bawang merah di pasar saat ini mencapai Rp45 ribu perkilogram, sementara kita jual dengan harga Rp35 ribu perkilogram, jadi cukup bagus, tapi bagi masyarakat harga segitu sudah cukup tinggi. Ya meski begitu, kita mengucapkan terima kasih kepada BI yang selalu hadir untuk petani Bateng, karena dengan adanya alat pengeringan bantuan dari BI, proses sampai ke pasar itu lebih cepat," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved