Berita Pangkalpinang
Intensitas Hujan di Bangka Belitung Berpotensi Meningkat
Cuaca ekstrem, khususnya peningkatan intensitas curah hujan, masih berpeluang terjadi di wilayah Bangka Belitung selama Januari 2024
Penulis: Suhendri CC | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji, mengatakan, cuaca ekstrem, khususnya peningkatan intensitas curah hujan, masih berpeluang terjadi di wilayah Bangka Belitung selama Januari 2024.
“Dari analisis yang dilakukan, kondisi itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama menguatnya aliran monsun Asia serta terbentuknya pola pertemuan angin. Kemudian belokan angin di sekitar wilayah Sumatra, Jawa, dan Kalimantan,” ujar Kurniaji saat dihubungi Bangka Pos Group, Minggu (14/1/2024).
Akan tetapi, kata dia, jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun-tahun sebelumnya, curah hujan di awal tahun 2024 ini akan mengalami sedikit penurunan karena pengaruh El Nino lemah hingga moderat, yang diprediksi masih akan tetap bertahan hingga Februari 2024.
"Seperti yang sering saya utarakan bahwa di Januari dan Februari mendatang Babel akan tetap hujan, tetapi intensitasnya tidak akan sebesar dan periodenya tidak akan sesering tahun-tahun normal tanpa pengaruh El Nino," tuturnya.
Terlepas dari itu, Kurniaji mengingatkan agar masyarakat tetap menyiapkan perlengkapan seperti payung dan jas hujan saat akan beraktivitas di luar rumah.
"Atribut musim hujan harus dipersiapkan dan harus dipastikan dalam kondisi yang baik sebelum digunakan. Karena kalau makin jarang dipakai pasti kondisinya akan tidak prima," ujarnya.
Kurniaji juga menyebutkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di hampir semua wilayah perairan Bangka Belitung. Ketinggian gelombang maksimal dapat mencapai 1,5 meter. “Ini tentu harus diwaspadai," ucapnya.
32 Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
Melansir Kompas.com, sedikitnya 32 wilayah di Indonesia diprakirakan masih akan mengalami cuaca ekstrem pada Senin (15/1/2024).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, potensi cuaca ekstrem tersebut dapat berupa hujan lebat, petir, kilat, bahkan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
"Fenomena cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga ekstrem dan angin kencang yang terjadi dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi basah," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada Kompas.com, Sabtu (13/1/2024).
"Bencana hidrometeorologi basah dapat berupa genangan air, banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, termasuk puting beliung," lanjutnya.
Guswanto mengatakan, fenomena cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang masih akan berlangsung selama periode musim hujan.
Secara umum, BMKG memprediksi puncak musim hujan 2023/2024 berpotensi terjadi pada Januari dasarian III-Februari dasarian I tahun 2024.
Dasarian merupakan satuan waktu meteorologi yang lamanya adalah sepuluh hari.
| Gubernur Bangka Belitung Terima Kunker Ketua Komisi X DPR RI, Bahas Kondisi Pendidikan Daerah |
|
|---|
| Pemkot Pangkalpinang Soroti Standar Dapur hingga Kualitas Makanan dalam Program MBG |
|
|---|
| Tak Hanya Jadi Gedung Biasa, Gubernur Babel Harapkan Kantor Bahasa Jadi Pusat Kegiatan Kebudayaan |
|
|---|
| Martin dan Hasan Terdakwa Pembunuhan Adityawarman Dituntut Penjara Seumur Hidup |
|
|---|
| Gubernur Hidayat Arsani Ajak Masyarakat Menjaga dan Melestarikan Cheng Beng untuk Hormati Leluhur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240110_Hujan-mengguyur-Kota-Pangkalpinang.jpg)