Pemilu 2024

KPU Basel Data Tiga TPS Rawan Dilanda Puting Beliung

KPU telah melayangkan surat kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar melakukan pendataan

Penulis: Cepi Marlianto |
Bangkapos.com
Ketua KPU Kabupaten Bangka Selatan, Muhidin. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA – Ketua KPU Kabupaten Bangka Selatan, Muhidin mengatakan, saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah, kepolisian dan pemangku kepentingan terus melakukan upaya mitigasi terhadap TPS rawan bencana alam.

Bahkan KPU telah melayangkan surat kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar melakukan pendataan terkini.

Strategi dan skenario darurat dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara, serta penyiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana dilakukan guna mendukung penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Memang kita sudah menyurati mereka untuk memitigasi terhadap kerawanan di TPS masing-masing. JIka memang ada, itu segera disampaikan, sehingga kita bisa selesaikan secara bersama-sama,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (24/1/2024).

Menurut Muhidin, mitigasi bencana perlu dilakukan bersama-sama dalam rangka mencapai target untuk zero accident dan zero pemungutan suara ulang atau PSU dalam pemilu serentak 2024. Pemetaan dilakukan oleh PPK dan PPS hasilnya kemudian disinkronkan dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Apalagi puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2024 saat Pemilu berlangsung.

Mitigasi yang disiapkan antara lain relokasi ke tempat pengungsian terdekat atau intervensi saat Pemilu 2024. Berkaca dari Pemilu 2019 silam, KPU juga tak lagi mendirikan TPS di lokasi rawan banjir. Namun sejauh ini masih terdata sebanyak tiga TPS rawan bencana angin puting beliung.

“Terkini ada sekitar tiga titik TPS rawan bencana alam, itu pun di sekitar pinggir pantai. TPS tersebut rawan angin puting beliung, utamanya di Kecamatan Toboali,” jelas Muhidin.

Di sisi lain sambung dia, mitigasi diperlukan untuk menjamin keamanan serta kelancaran distribusi logistik pemilu, pelaksanaan pemungutan suara, serta penghitungan suara. Logistik pemilu rencananya akan dikirim pada tanggal 11-12 Februari 2024 mendatang ke 555 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 50 desa dan tiga kelurahan.

Pengiriman akan dibagi ke dalam dua tahapan, di mana untuk kecamatan kepulauan akan didistribusikan H-3. Sedangkan bagi kecamatan yang bukan kepulauan disalurkan pada H-1.

Penyaluran logistik pemilu untuk di kecamatan kepulauan memang dilakukan terlebih dahulu. Hal tersebut mengingat keadaan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang mungkin saja bisa terjadi pada awal tahun. Seperti yang diketahui terdapat sebanyak 35 TPS yang berada di dua kecamatan kepulauan. Untuk di Kecamatan Lepar terdapat 23 TPS dan di Kecamatan Kepulauan Pongok sebanyak 12 TPS. Sementara 520 TPS lainnya tersebar di enam wilayah, yakni Kecamatan Toboali, Kecamatan Airgegas, Kecamatan Tukak Sadai, Kecamatan Pulau Besar, Kecamatan Payung dan Kecamatan Simpang Rimba.

“Sebab, beberapa berbahan kertas, yang tentunya mudah rusak jika terkena air. Mengingat saat ini keadaan cuaca yang tidak menentu jadi kita melakukan antisipasi,” ucapnya.

Kendati begitu kata Muhidin, pihaknya masih menunggu laporan dari badan Adhoc ihwal TPS rawan bencana. Begitu pula TPS yang rawan akan konflik dan kecurangan turut menjadi antisipasi KPU. Sehingga diharapkan Pemilu 2024 dapat berjalan aman, damai dan lancar.

“Kita masih menunggu laporan lainnya dari PPK maupun PPS. Sedini mungkin gangguan pelaksanaan Pemilu kita antisipasi,” pungkas Muhidin. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved