Berita Belitung

Anak-anak Spesial Belitung Punya Ruang Belajar Khusus di Belitung Child Development

Belitung Child Development (BCD) menjadi ruang bagi penyandang autisme, down syndrom, ADHD, dan retardasi mental, belajar life skill dan kemandirian.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Hasil karya anak-anak spesial yang belajar di Belitung Child Development (BCD). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dua anak berkebutuhan khusus duduk bersama menikmati es susu jeli dan jajanan piscok, Jumat (23/2/2024).

Camilan ini merupakan hasil buatan mereka bersama para terapis di Belitung Child Development (BCD), yang berlokasi di Gang Arisan, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Setiap Jumat, mereka belajar memasak, mulai dari merencanakan, menyiapkan bahan, hingga memasak mereka lakukan bersama.

Terapis yang sekaligus sebagai guru pun terlihat telaten dan sabar membimbing setiap tahapan.

Tidak mudah mengajari anak-anak spesial ini. Keterbatasan komunikasi, bahkan sesekali mereka berlari meninggalkan kelas, menumpahkan minuman atau memberontak enggan melakukan tugasnya.

Namun kesabaran dan kasih sayang para terapis membuat prosesnya bisa terus berlangsung hingga perlahan membuahkan hasil.

Di dinding ruangan lainnya, nampak terpajang hasil karya mewarnai anak-anak. Juga totebag dengan warna-warni karya anak-anak spesial yang belajar di BCD.

Di tengah pandangan sebelah mata terhadap penyandang disabilitas, rumah terapi ini telah hadir sejak dua tahun lalu menjadi tempat belajar.

BCD menjadi ruang bagi penyandang autisme, down syndrom, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan retardasi mental, belajar life skill dan kemandirian.

"Ketika bawa anak spesial ke tempat umum, pandangan masyarakat berbeda. Kami pengin mereka dapat hak yang sama dari perlakuan lingkungan dan penerimaan masyarakat," kata Hermanto, Ketua Yayasan Nawasena Bestari Nusantara yang menaungi BCD.

Anak-anak saat belajar bersama terapis di Belitung Child Development beberapa waktu lalu.
Anak-anak saat belajar bersama terapis di Belitung Child Development beberapa waktu lalu. (IST/Dokumentasi BCD)

Senada dengan itu, Penanggung jawab BCD, Fefi Nuryanti mengatakan, ada dua kelas yang dibuka.

Pertama, kelas vokasional bagi usia 10 tahun ke atas sehingga terbuka bagi remaja hingga dewasa.

Dalam kelas vokasional, mereka diajarkan cara mengurus diri seperti mandi, memasak, berenang, dan berolahraga.

Program belajar pun membuat anak agar bisa bantu diri, memiliki komunikasi dan keterampilan fungsional, baca tulis hitung, seni dan olahraga, serta wirausaha.

Lalu, ada kelas individual buat anak-anak berusia 2-8 tahun yang kebanyakan dialami anak yang autis atau terlambat bicara (speech delay).

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved