Berita Bangka Barat

Begini Gejala Penyakit Lato-Lato Serang Ternak di Bangka Barat, Waspada Jika Ada Nodul di Kulit

Penyakit lato-lato kini mulai banyak menyerang hewan ternak, terutama sapi di Bangka Belitung.

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Riki Pratama
Penyakit lato-lato kini mulai banyak menyerang hewan ternak, terutama sapi di Bangka Belitung, seperti halnya sejumlah kasus terjadi di Kabupaten Bangka Barat. 

POSBELITUNG.CO – Penyakit lato-lato kini mulai banyak menyerang hewan ternak, terutama sapi di Bangka Belitung.

Seperti halnya yang menimpa sejumlah peternak di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yang awalnya pada tahun 2023 hanya berjumlah tiga kasus, kini bertambah menjadi 46 kasus di awal tahun 2024 ini.

Penyakit lato-lato pada ternak ini disebur penyakit LSD atau Lumpy Skin Dease.

Penyakit ini menyebar di kalangan peternak di Bangka Barat belakangan ini.

Tingginya tingkat penularan penyakit ini tentu mengkhawatirkan bagi banyak pihak.

Apalagi perayaan Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 Hijriah tidak lama lagi.

Kabid Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Bangka Barat, Agung Ari Wibowo mengatakan penyakit LSD terjadi pada hewan ternak sapi dan kerbau.

"Penyakit ini tidak menular ke manusia, jadi hanya menular, atau terjadi pada hewan saja. Hewanya sapi atau kerbau. Jadi kalau untuk kambing dan domba sejauh ini kami belum menemukan kasus," kata Agung kepada wartawan, Senin (11/3/2024).

Baca juga: Waspadai Penyakit PPR, DPKP Minta Hewan Ternak Masuk Babel Diperiksa dari Daerah Asal

Pada 2024 ini, jumlah kasus yang didata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat sebanyak, 46 kasus.

"Penyakit LSD, memiliki ciri kulit berbenjol atau masyarakat menyebutnya lato-lato. Ini sejak tahun 2023 di Bangka Barat sudah ada terjadi kasus baru sebanyak 3 kasus dan di tahun 2024 berdasarkan data kami ada 46 ekor," katanya.

Penyebaran kasus LSD dapat dikatakan sama seperti kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat terjadi dan diwaspadai.

"Meskipun tidak terjadi penularan ke manusia, kerugian terhadap ekonomi ke peternak apalagi mendekati momen Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Jadi perlu dipahami peternak harus mengenali ciri cirinya," katanya.

Penyakit LSD atau penyakit lato-lato pada sapi dan kerbau yang disebabkan oleh infeksi virus LSD.

Gejala penyakit ini timbul sangat bervariasi dari ringan hingga berat.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved