Berita Bangka Tengah
215 Sapi di Bangka Tengah Terserang LSD, Pemkab Sebut Peternak Enggan Hewan Ternaknya Divaksin
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah mencatat kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato mengalami kenaikan signifikan.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Novita
"Alhamdulillah sampai saat ini penyakit LSD pada hewan ternak belum ditemukan di Bangka Selatan," kata Risvandika di Toboali, Selasa (12/3).
Di sisi lain sambung dia, guna meminimalisir penyebaran LSD yang mulai marak di beberapa kabupaten di Bangka Belitung pihaknya terus gencar melakukan vaksinasi dan deteksi dini.
Selain itu, turut memberikan edukasi kepada peternak untuk menjaga kondisi tubuh ternak agar tetap sehat dengan mencukupi kebutuhan pakan dan menyediakan kandang yang nyaman bagi ternak.
Mengupayakan agar kandang dalam kondisi bersih, kering dan hangat. Menjaga kebersihan kandang dan lingkungannya, membersihkan sampah dan kotoran ternak setiap hari agar tidak menjadi sarang serangga pembawa virus penyebab LSD.
Kem,udian menyemprot kandang dengan antiserangga dan merendam ternak dalam larutan insektisida secara berkala, minimal satu bulan sekali.
"Agar sapi tidak digigit nyamuk, pada malam hari bisa dinyalakan api sekaligus membakar sisa-sisa makanan. Itu juga menjadi upaya antisipasi hewan ternak terpapar LSD," ucapnya.
Kendati penyakit ini tidak menular pada manusia kata Risvandika, peternak harus dapat memiliki pengetahuan tentang penyakit LSD. Pasalnya, faktor utamanya yang dirasakan peternak adalah kerugian disebabkan adanya penurunan berat badan. Pemerintah setempat telah menyediakan beberapa petugas kesehatan di sejumlah Puskeswan yang ada di setiap kecamatan. Masyarakat dituntut untuk aktif melapor, hal ini demi kebaikan bersama.
"Setelah lapor nantinya petugas akan mendatangi kandang ternak milik warga yang lapor tersebut. Untuk dilakukan pengecekan supaya cepat pulih, karena ketidaknormalan kesehatan hewan bisa saja terjadi disebabkan karena penyakit lain," pungkas Risvandika.
NEWS ANALYSIS drh Correy Wahyu Adi Sulistyo, Dokter Hewan
Lumpy Skin Disease (LSD) ditularkan oleh serangga penghisap darah seperti lalat, nyamuk dan caplak.
Penyebarannya lewat serangga, sehingga ketika ada satu yang kena kemudian berdekatan dengan sapi yang lain itu mudah terkena, lewat gigitan.
Ia mengaku LSD mulai tahun 2024 banyak menyerang hewan ternak sapi. Tahun lalu LSD sudah ada tetapi tidak semasif tahun ini, LSD memang jadi tantangan saat ini. Pengobatan sudah dilakukan oleh DPKP di kabupaten kota.
Penyebab dari masifnya LSD di Bangka Tengah karena peterna enggan untuk melakukan vaksinasi LSD. Semoga ke depan lebih sadar, agar peternak mau melakukan vaksinasi LSD.
Secara morfologi, hewan ternak yang terserang LSD akan menimbulkan gejala benjolan di bagian kulitnya.
Sapi yang terserang penyakit lato-lato ini biasanya tidak nafsu makan, kurus dan menurunkan produktivitas hewan ternak.
| Cairan Kuning Pekat di Laut Perlang Bangka Tengah Bikin Heboh Media Sosial |
|
|---|
| Jaga Tradisi dan Adat, Gubernur Babel Silaturahmi ke Bupati Bateng dan DPRD Babel di Momen Idulfitri |
|
|---|
| Tertidur Singkat, Detik-detik Pengemudi Mobil Pelat Merah Terjun 13 Meter dari Jembatan Guntung Koba |
|
|---|
| Data Kementerian ESDM Mengungkap Dana Jaminan Pasca Tambang Koba Tin Masih Ada 8 Juta USD |
|
|---|
| Kejaksaan Usut Korupsi Dana Reklamasi Eks Tambang Koba Tin, Pejabat ESDM Diperiksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240311-Gejala-Penyakit-Lato-lato-Serang-Hewan-Ternak.jpg)