Berita Bangka Belitung

Cuaca Bangka Belitung Masuk Musim Pancaroba, Babel Rawan Cuaca Ekstrem Ini

Cuaca Bangka Belitung akan diwarnai peralihan dari musim hujan ke kemarau yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

|
Penulis: Suhendri CC | Editor: Kamri
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Ilustrasi cuaca ekstrem. Cuaca Bangka Belitung saat ini mulai memasuki musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. 

POSBELITUNG.CO - Cuaca Bangka Belitung saat ini mulai memasuki musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai fenomena cuaca ini karena rawan potensi terjadi cuaca ekstrem.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji mengatakan Bangka Belitung telah memasuki musim pancaroba sejak dasarian II Mei 2024.

Fenomena ini berarti terjadi peralihan dari musim hujan ke kemarau.

Peralihan musim ini biasanya berpotensi terjadinya cuaca ekstrem cukup besar.

"Secara umum pancaroba akan diwarnai cuaca yang sangat cepat berubah, dari hujan ke kemarau.

Termasuk potensi terjadinya cuaca ekstrem yang cukup besar seperti hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung atau kombinasi dari ketiga fenomena cuaca tersebut," kata Kurniaji, Rabu (22/5/2024).

Ia menyebutkan sesuai prakirakan, masa peralihan musim hujan ke musim kemarau ini akan berlangsung hingga pertengahan Juni 2024.

"Mengingat awal musim kemarau secara umum di Babel adalah pada Juni dasarian III mendatang," ujarnya.

Baca juga: Belitung Rentan Risiko Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, BPBD Belitung Edukasi Masyarakat Hadapi Bencana

Menurut Kurniaji, pada awal dan pertengahan musim pancaroba masih terdapat potensi hujan meski periodenya tidak akan sesering dan intensitasnya tidak sebesar ketika masa musim hujan.

Selanjutnya, seiring dengan berakhirnya musim pancaroba menuju awal kemarau, intensitas hujan akan terus berkurang.

Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati sebelumnya memperkirakan, musim pancaroba di Indonesia akan terjadi pada bulan Maret-April 2024.

Analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG memperoleh bahwa puncak musim hujan saat ini telah terlewati di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya bagian Selatan Indonesia.

"Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah tersebut akan mulai memasuki peralihan musim di bulan Maret hingga April," kata dia, dilansir  Kompas.com dari laman BMKG beberapa waktu lalu.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat memasuki masa pancaroba.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved