Kesehatan
Cara Mengatasi Ereksi yang Terlalu Lama, Gejala, dan Penyebabnya
Kemampuan ereksi yang tahan lama, bahkan hingga berjam-jam bisa jadi pertanda ada masalah pada tubuh pria.
Bagaimana Pengobatan Priapismus
Pengobatan priapismus harus dilakukan berdasarkan tipenya, priapismus iskemik atau priapismus non iskemik.
Pada priapismus iskemik, biasanya dapat reda dengan sendirinya, tanpa perlu obat-obatan ataupun bantuan medis.
Namun untuk meredakan ereksi yang berkepanjangan, Anda dapat melakukan beberapa hal, seperti:
Minum air putih yang banyak
Buang air kecil
Berendam di air hangat
Lakukan aktivitas fisik ringan (berjalan kecil atau lari-lari kecil)
Konsumsi obat pereda nyeri (misalkan paracetamol)
Untuk priapismus non iskemik memang dibutuhkan pertolongan medis, karena tipe ini masuk dalam kondisi yang gawat darurat.
Dokter biasanya akan mengombinasikan pengobatan dan tindakannya untuk mengeluarkan darah yang terkumpul di area sensitif pria.
Apakah Priapismus dapat Menyebabkan Komplikasi ?
dr Saddam Ismail mengatakan, jika priapismus tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan mengalami disfungsi ereksi.
Priapismus khususnya yang iskemik dapat menyebabkan jaringan area sensitif pria kekurangan pasokan oksigen.
Kemudian pada priapismus non iskemik dapat menyebabkan infeksi.
| PCOS Tidak Menutup Peluang Hamil, Ini yang Perlu Diketahui |
|
|---|
| Transformasi Tubuh Ibu Hamil: Dampak Lonjakan Hormon dari Kepala hingga Kaki |
|
|---|
| Varian Covid-19 XFG Jadi Dominan di Indonesia, Kemenkes: Tetap Waspada meski Risiko Rendah |
|
|---|
| Jangan Anggap Remeh! Ini 10 Gejala Awal Penyakit Hati yang Jarang Disadari |
|
|---|
| 1 dari 8 Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Ini 10 Jenis yang Paling Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/lelaki_20170724_203310.jpg)