17 Agustus 2024
Kisah 2 Veteran di Belitung Timur, Pernah Tembak Pengkhianat saat Penjajahan Jepang
Muhammad Wiki (98) dan Dower Sugeng (85) merupakan veteran pejuang yang hadir pada upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Belitung Timur.
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Muhammad Wiki (98) dan Dower Sugeng (85) merupakan veteran pejuang yang hadir pada upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Sabtu (17/8/2024).
Dua veteran yang pernah ikut bergabung membantu perjuangan Indonesia di dalam konflik militer itu, hadir di upacara sebagai tamu dengan ditemani oleh anak dan cucunya.
Dower Sugeng saat ini tinggal di Kecamatan Gantung bersama anaknya.
Kakek mantan pejuang berusia 85 tahun yang lahir di Kecamatan Tanjung Karang Kota Bandar Lampung itu, sudah memiliki 8 anak dan 21 cucu.
Ia sudah ditinggal oleh istrinya, Siti Fatimah, yang meninggal pada tahun 2009.
Diketahui, Siti Fatimah juga sosok yang pernah membantu para pejuang di zaman dulu.
Saat ini, sosok veteran yang sudah ikut perang melawan penjajah Jepang sejak masih anak-anak tersebut, sudah tidak mempunyai kekuatan fisik lagi, bahkan untuk berkebun sekali pun.
Sehingga, keseharian Dower Sugeng hanya menjaga kondisi fisik dengan berolahraga ringan dan sesekali ngopi-ngopi di luar rumah saja.
Dower Sugeng bercerita pernah ikut perang melawan penjajah Jepang sebelum kemerdekaan dan melawan Belanda saat agresi militer II.
Perang yang diikuti oleh Dower Sugeng terjadi di Lampung, tempat lahirnya.
"Kemudian pada tahun 48 Belanda masuk, saya bantu anggota (karena) belum ada pasukan. Waktu itu sepertinya bukan tentara, tapi laskar di Lampung," tutur Dower Sugeng, Sabtu (17/8/2024).
Saat itu, ia bertugas memberikan bantuan kepada pasukan garis depan.
Di antaranya merawat pejuang yang terluka dan membawakan logistik makanan, seperti beras, buah-buahan dan ayam.
Meskipun sebagai pejuang barisan belakang, Dower Sugeng pernah membawa senapan laras panjang yang ia gunakan ketika kontak senjata dengan warga Indonesia yang berkhianat.
"Waktu perang yang tidak lupa itu, yang namanya kawan kita sendiri jadi pengkhianat itu, tadinya sama kita, tahunya kita dikhianati. Waktu itu Jepang penjajahnya," ceritanya.
| Pemdes Bantan Ajak Linmas Ikut Pawai Pembangunan Belitung 2024, Siap Bantu Amankan Jalannya Pilkada |
|
|---|
| Pedagang Dadakan Ketiban Berkah saat Pawai Pembangunan Belitung 2024, hingga Ada yang Kehabisan Stok |
|
|---|
| Peserta Pawai Pembangunan Belitung 2024 Tampilkan Berbagai Keunikan, Pemenang Akan Segera Diumumkan |
|
|---|
| Semarak Pawai Pembangunan Belitung 2024, Pj Bupati Mikron Antariksa: Indonesia Ada di Belitung |
|
|---|
| Kreasi SDN 10 Gantung Belitung Timur, 2.940 Botol Bekas Dirangkai Jadi Minatur Istana Garuda IKN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240817-Muhammad-Wiki-dan-Dower-Sugeng-dua-veteran-di-Beltim.jpg)