Pos Belitung Hari Ini

Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa Sepakat Geopark Reborn

Di kesempatan itu, Mikron mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menghadapi tantangan pengembangan Geopark Belitong yang saat ini belum optimal.

Tayang:
Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini edisi Kamis, 31 Oktober 2024 

"Ini penting agar pelepasliaran tukik dapat dilakukan dengan baik sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Dalam hal pengelolaan geopark, Mikron mengusulkan restrukturisasi Badan Pengelola Geopark dan pembentukan Pokja di setiap kabupaten.

Usulan ini telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, lantaran Geopark Belitong menaungi lintas kabupaten.

"Kami berharap saat sidang di Paris pada Desember 2024, kita sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan," ujarnya.

Mikron percaya bahwa dengan potensi luar biasa yang dimiliki Geopark Belitong, dan dengan dukungan serta kolaborasi dari semua pihak, cita-cita untuk menjadikan Belitung sebagai destinasi wisata berstandar global dapat terwujud.

"Meskipun tidak mudah, semangat kebersamaan adalah kunci untuk mengubah cara pandang masyarakat dari tambang ke wisata," tuturnya.

Sejumlah Tantangan

Pengelola geosite di Geopark Belitong kini menghadapi sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan destinasi wisata ini.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa, Rabu (30/10/2024) berbagai isu, termasuk infrastruktur jalan yang kurang memadai, minimnya penerangan, dan kompleksitas legalitas lahan menjadi sorotan.

Setelah menerima "kartu kuning" dari konsil asesor UNESCO Global Geopark, Geopark Belitong membutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi kendala ini, sehingga tetap dapat menarik wisatawan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Pengelola Geosite Gunung Kubing, Diardi, menyoroti tantangan infrastruktur yang menghambat aksesibilitas.

"Kondisi kami sekarang tantangan infrastruktur yang kurang seperti jalan yang membuat kami kewalahan karena jalan menanjak, baru-baru ini ada kegiatan famtrip, mobil pengunjung kesulitan naik," katanya.

Selain tantang infrastruktur jalan, ia menambahkan bahwa masalah penerangan dan sinyal komunikasi yang sulit diakses semakin memperburuk situasi.

Untuk mendukung kegiatan wisata di objek tersebut, ia meminta perhatian lebih terhadap pengembangan fasilitas umum, termasuk toilet, gapura, galeri, dan pusat informasi.

"Yang kami harapkan sinergitas dengan semua sektor, jangan bergerak masing-masing, sehingga kerja bareng agar nyambung," imbuhnya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved